Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Pasar Ekspor Ikan Tuna di Halmahera Tengah Dimulai Tahun Depan

ktnanasional,com – MALUKU UTARA, HALMAHERA. Pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara,  bertekad untuk meningkatkan ekspor ikan tuna pada tahun 2024. Mereka sedang menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengkaji dan mengembangkan potensi perikanan di Laut Halmahera Tengah.

Rencana tersebut diumumkan oleh penjabat Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji (IMS), dalam pertemuan langsung dengan para nelayan di Desa Wailegi pada Minggu, 15 Oktober 2023.

Berdasarkan data RZWP3K Provinsi Maluku Utara tahun 2022, produksi perikanan tangkap di Laut Halmahera Tengah selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada tahun 2019, produksinya mencapai 22.762 ton; tahun 2020, 23.782 ton; dan tahun 2021, sebesar 23.006 ton.

Produksi ikan selama ini diekspor langsung ke Manado tanpa mengelalui pengelolaan yang merugikan pemerintah daerah. Laut Halmahera Tengah termasuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715, menjadikannya lingkaran penyebaran produksi ikan tuna.

“Ikram mengungkapkan bahwa Kecamatan Patani telah diidentifikasi sebagai lokasi pasar ekspor karena memiliki potensi ikan tuna dan ikan pelagis yang cukup melimpah,” katanya.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan memfokuskan upaya pada perlengkapan untuk memenuhi kebutuhan nelayan. Hal ini meliputi pembangunan pabrik es, cold storage, pengadaan armada laut dan darat, rompong, serta alat penangkap ikan lainnya.

Ikram menyoroti bahwa nilai jual ikan di perusahaan tidak menguntungkan bagi nelayan, terutama dengan proses pembayaran perbulan. Oleh karena itu, nelayan diharapkan tidak hanya bergantung pada daya beli perusahaan tambang di Halmahera Tengah.

“Kami lebih memilih untuk mengekspor ikan agar harga lebih tinggi, mengingat perbedaan harga di setiap wilayah seperti Ternate dan Manado,” katanya.

Harapannya adalah agar masyarakat tetap semangat dalam kegiatan penangkapan ikan, dengan dukungan terus-menerus dari pemerintah. Terlebih lagi, di tahun mendatang, investor dijadwalkan akan masuk ke Pulau Moor sebagai destinasi wisata. Hal ini berarti hasil tangkapan ikan dan produk perkebunan akan dipasarkan di sana.

“Yang paling penting bagi saya adalah kesejahteraan masyarakat, sehingga pemerintah dapat memberikan kontribusi yang signifikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, IMS didampingi oleh Letkol Ridwan Azis, Komandan Mako Lanal Ternate, dan memberikan bantuan kepada nelayan, termasuk insentif sebesar 1 juta rupiah, tali, dan satu unit keramba. (admin)

Artikel telah tayang di halmaherapost.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga