Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

Pelaku Usaha Bisa Bertemu Eksportir dan Buyer di Bunex 2023

ktnanasional.com – BANTEN, TANGERANG. Pelaku usaha sektor hilir komoditas perkebunan antusias menyambut gelaran Perkebunan Expo (Bunex 2023), di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), Tangerang, Banten. Bunex digelar pada 7—9 September 2023.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sumarni S.E., mengatakan Bunex 2023 bermanfaat bagi para pelaku usaha. Melalui Bunex 2023, Sumarni dapat bertemu beberapa buyer dari berbagai negara dan eksportir dari dalam negeri.

“Tadi bertemu buyer Vietnam yang meminta pasokan kemiri. Ada juga dari Arab Saudi yang meminta gula aren dalam kuantitas besar,” ujar Sumarni, saat ditemui Trubus.id di stan Bunex 2023.

Sumarni membawa beberapa produk unggulan dari Kecamatan Bontocani, seperti gula aren semut, gula aren batok, kopi bontocani, kemiri, kunyit, cengkeh, cokelat, dan madu. Ia merasa senang lantaran beberapa produk yang dibawa diborong pengunjung yang datang.

“Gula aren terjual 200-an pcs. Sebetulnya kami membawa produk ini hanya untuk pameran dan promosi saja, sehingga yang kami bawa tidak banyak. Jadi hanya untuk mencari mitra,” kata Sumarni.

Menurut Sumarni, keunggulan gula aren dari Kabupaten Bone memiliki cita rasa sangat manis dan aroma khas. Gula aren bone tanpa campuran bahan apapun.

“Kalau di Sulawesi Selatan, gula aren bone adalah gula aren favorit yang dicari oleh masyarakat setempat,” terang Sumarni.

Sumarni berharap dengan mengikuti gelaran Bunex 2023 dapat membuka peluang ekspor berbagai produk dari Kabupaten Bone.

“Dengan bertemu para eksportir, kami memiliki peluang untuk itu, potensi produk kami di Kecamatan Bontocani sangat besar, khusunya aren,” paparnya.

Sementara itu, Eksportir dari Jakarta, Rahmat Fadillah, menuturkan peluang ekspor komoditas perkebunan Indonesia masih sangat besar. Rahmat kerap ekspor ke negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Menurut Rahmat, permintaan gula aren atau gula merah (brown sugar) di Negara Timur Tengah cukup tinggi. Pasalnya, orang-orang di sana sudah mulai sadar bahaya konsumsi gula rafinasi. Oleh karena itu, banyak yang beralih pada gula yang lebih sehat.

“Gula aren untuk kualitas ekspor syaratnya kadar air 3—5%,” ujarnya.

Selain gula aren, komoditas lain yang berpotensi mengisi pasar ekspor antara lain pinang, kapulaga, kunyit, dan briket. Permintaan pinang dan briket tak terbatas. Berapapun kuantitas bisa diterima.

“Kemarin saya baru saja ekspor pinang ke Arab Saudi 4 kontainer,” tuturnya.

Rahmat mengapresiasi dengan adanya Bunex 2023. Sebagai eksportir, Rahmat bisa bertemu dengan pelaku usaha yang berpotensi untuk diajak bermitra dan menjalin kepercayaan. Menurut Rahmat, ekspor itu mudah. Namun memulainya itu yang berat, salah satunya menyiapkan produk dengan standar kualitas ekspor. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga