Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

ktnanasional.com – BAGAN SIAPIAPI.  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir menyelenggarakan Pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) bagi 5 Kelompok Wanita Tani (KWT)  lokus stunting. Pelatihan dilaksanakan di 2 tempat yaitu ; 1. Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir di Bagan Siapiapi untuk 3 KWT, 2. Di Kecamatan Bangko Pusako untuk 2 KWT. (6/7/23)

Sebagai narasumber pelatihan tersebut adalah Alkahfi Sutikno, M.Pd Penyuluh Pertanian Swadaya dan juga Wakil Ketua Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya (P3SI) Provinsi Riau sekaligus Praktisi Program kampung Iklim (ProKlim) Propinsi Riau.

Ketahanan Pangan Nasional dapat terwujud jika ketahanan pangan rumah tangga terpenuhi. Program P2L adalah salah satu program ketahanan pangan yang paling menyentuh langsung kepada rumah tangga. Pola P2L adalah pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga.

Jika setiap keluarga memanfaatkan pekarangan dengan berbagai tanaman pangan seperti sayur, bumbu, buah, obat, ubi dan berbudidaya ikan di kolam, ternak unggas di Pekarangan maka setiap keluarga akan mendapat pasokan pangan 60% dari pekarangan. Pangan di pekarangan lebih aman untuk dikonsumsi karena sistem budidayanya secara organik. Selain pangan yangg dibudidayakan di pekarangan lebih Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Pola tanaman Pangan di pekarangan ini akan menambah asupan gizi bagi keluarga serta menurunkan status stunting di lokasi tersebut.

 

Hasil tanaman dan budidaya ternak di pekarangan ini dapat menekan inflasi serta meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat. Sebab pangan yang dihasilkan di pekarangan lebih segar dan bebas pestisida. Selain itu pekarangan akan terlihat asri dan teratur. Media tanam bisa berasal dari berbagai barang bekas dan sisa-sisa sampah organik.

Berdasarkan hasil survey pola tanaman pangan di pekarangan ini dapat menghemat biaya pangan hingga 60% atau setara Rp.1,5 – Rp. 2 jt Rupiah.

Kemudian pola tanaman di pekarangan ini dapat mengedukasi anggota rumah tangga dalam berbudidaya tanaman pangan skala pekarangan.  Semua anggota keluarga turut berpartisipasi dalam budidaya di Pekarangan. Kita dapat mengenalkan teknis budidaya dan diskripsi tanaman kepada anggota keluarga.

Program ini dapat mengalihkan pusat perbelanjaan keluarga dari belanja di pasar menjadi belanja Pangan di Pelarangan rumah sendiri. Waktu untuk menanam, merawat dan membuat bibit tanaman hanya 1 jam per hari yaitu setengah jam sebelum berangkat kerja dan setengan jam setelah pulang kerja. Hal ini ternyata menjadi hiburan bagi kita sendiri.

“Kami berharap program P2L di Kementrian Pertanian RI ini jangan dihapuskan, tapi perlu ditingkatkan”, kata Sutikno. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga