Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Pembangunan Irigasi dan Jalan Tani di Bantul untuk Jaga Produktivitas Hadapi El Nino

ktnanasional – BANTUL. Pemkab Bantul mengerjakan sejumlah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan Jalan Usaha Tani (JUT) tahun 2023 ini. Dua kegiatan ini menjadi antisipasi menurunnya produksi pertanian akibat El Nino.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Arifin Hartanto, menjelaskan program RJIT dilaksanakan dengan pola swakelola tipe 4, aitu swakelola yang dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga atau Perangkat Daerah Penanggung jawab anggaran dan/ atau berdasarkan usulan kelompok masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan serta diawasi oleh kelompok masyarakat pelaksana swakelola.  “RJIT dialokasikan melalui alokasi dana Tugas Pembantuan yang ditempatkan di seluruh satker daerah,” ujar Arifin, Sabtu (4/11/2023).

Pada Tahun 2023, kegiatan RJIT ini mengalami reorentasi program kegiatan yang semula dialokasikan di satker daerah dan di satker pusat, dalam rangka efektifitas pengelolaan anggaran di realokasi ke satker pusat. “Memang ada kebijakan refocussing anggaran dari pusat, termasuk kegiatan irigasi. Refocussing ini terjadi di beberapa Provinsi dan Kabupaten termasuk Bantul,” katanya.

Refocusing ini sejalan dengan kebijakan upaya pencapaian produksi melalui program prioritas diantaranya kegiatan untuk penanganan dampak El Nino. Namun demikian, semua alokasi kegiatan dimanfaatkan di kabupaten/kota berdasarkan usulan dan hasil verifikasi kelayakan. “Mekanisme ini sama dengan mekanisme anggaran pada seluruh satker daerah,” katanya.

Tahun 2023, Kabupaten Bantul mendapatkan alokasi bantuan Kegiatan RJIT sebanyak unit melalui dana bantuan pemerintah (banpem) pusat. Satu kegiatan sudah dikerjakan dan tiga sisanya masih dalam proses untuk diverifikasi. “Diharapkan bantuan ini dapat membantu pemenuhan kebutuhan irigasi di wilayah Bantul,” paparnya.

Selain itu, pada tahun 2023 juga dilaksanakan kegiatan RJIT di sembilan lokasi dan JUT di sembilan lokasi melalui dana alokasi khusus (DAK). Sebelumnya, alokasi kegiatan irigasi tahun anggaran 2022  melalui dana Tugas Pembantuan mendukung Tanaman Pangan di Kabupaten Bantul meliputi RJIT sebanyak 15 unit, embung satu unit dan Irigasi Perpompaan satu unit untuk mendukung hortikultura.

Ia mengakui beberapa kegiatan pembangunan memang tidak batal dilaksanakan. “Beberapa kegiatan pembangunan irigasi memang tidak jadi dilaksanakan tahun ini. Namun kegiatan yang didanai oleh Dana Alokasi Khusus pada tahun 2023 dapat berjalan dengan baik lancar,” katanya.

Di samping itu, ia menegaskan batalnya beberapa kegiatan RJIT tidak berkaitan dengan kasus hukum eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) “Semuanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi yang disangkakan kepada Mantan Menteri Pertanian SYL,” katanya. (admin)

artikel ini telah tayang di harianjogja.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga