Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Pembaruan Energi untuk Pertanian

oleh : Intan Ramadhani Rukmana

ktnanasional – JAKARTA. Sektor pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan. Namun, seiring dengan pertumbuhan populasi dunia, sektor pertanian juga menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan infrastruktur energi terbarukan dalam kegiatan pertanian.

Penggunaan energi terbarukan seperti biogas, tenaga surya, dan tenaga angin dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan bagi sektor pertanian. Dari sisi ekonomi, penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi biaya operasional pertanian dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya cenderung fluktuatif. Selain itu, surplus energi yang dihasilkan juga dapat dijual ke jaringan listrik, menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi petani.

Dari sisi sosial, akses terhadap energi terbarukan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan dengan menyediakan listrik yang terjangkau dan berkelanjutan. Hal ini mendukung produktivitas pertanian, kegiatan usaha, serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang lebih baik.

Sementara, dari sisi lingkungan, penggunaan energi terbarukan dalam pertanian dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil. Selain itu, pemanfaatan sumber daya terbarukan seperti biogas dari limbah pertanian dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Dalam pengembangan infrastruktur energi terbarukan di sektor pertanian, integrasi dengan kearifan lokal menjadi sangat penting. Masyarakat adat telah memiliki pengetahuan tradisional dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan energi. Misalnya, masyarakat adat di Indonesia telah memanfaatkan biogas dari limbah pertanian untuk memasak dan penerangan sejak lama. Kearifan lokal ini dapat menjadi dasar dalam merancang dan mengimplementasikan proyek energi terbarukan yang sesuai dengan konteks lokal.

Selain itu, pelibatan aktif masyarakat lokal dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemantauan infrastruktur energi terbarukan juga sangat penting. Hal ini dapat meningkatkan kepemilikan dan keberlanjutan proyek, serta memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat lokal diakomodasi dengan baik.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal sangat diperlukan dalam mengembangkan infrastruktur energi terbarukan di sektor pertanian. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi modern, kita dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan ramah lingkungan, serta mendukung pencapaian ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh. (admin)

spot_img
spot_img

1 KOMENTAR

  1. Perlu pemerintah ikut berperan dalam memberikan kemudahan dan perhatian terhadap pertumbuhan pertanian.
    Di wilayah pelosok yang sulit akses penerangan dan lainnya.
    Demikian meningkatkan produktivitas kerja pertanian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga