Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Pemerintah Desa Banitobo Lembata Bangun Bendungan Air Darurat untuk Pengembangan Lahan Pertanian

ktnanasional – NTT, LEMBATA. Kepala Desa Kades Banitobo di Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata melakukan terobosan dengan membuat bendungan air semi permanen di lokasi Wae Bel’ang (Air Besar) yang sedianya akan digunakan untuk pemanfaatan lahan tidur seluas 50 hektar sebagai pengembangan hasil pertanian di desa tersebut.

Bendungan semi permanen ini dibangun untuk tujuan pemanfaatan potensi air sungai yang mengalir sepanjang tahun dan terbuang cuma-cuma ke Teluk Waiteba.

Sedangkan sumber air yang begitu besar dapat dimanfaatkan sebagai pasokan air masyarakat di musim kemarau.

Kepala Desa Banitobo, Ignatius Koda, mengatakan bahwa pembanguan bendungan semi permanen yang dilakukan pemerintah desa pada bulan Februari 2024 itu menggunakan 20 persen anggaran dana desa untuk ketahanan Pangan.

Inovasi ini dilakukan karena Desa Banitobo akan menjadi penangkar benih bibit jagung hibrida tahun ini. Oleh karena itu, bendungan air semi permanen ini mampu memaksimalkan pengelolaan lahan pertanian yang ada dalam mendukung program pemerintah tersebut.

Dia mengatakan, lahan yang telah digunakan masyarakat saat ini sebagai lahan pertanian seluas 5 hektare. Sedangkan luas lahan yang belum dikelola dan berpotensi dijadikan lahan irigasi pengembangan pertanian diperkirakan mencapai 50 hektare di sepanjang aliran sungai Wae Bel’ang.

“Saat ini lahan yang sedang dikelola baik oleh desa maupun masyarakat seluas 5 hektar untuk komoditi jagung, padi, palawija dan aneka sayuran. Untuk lahan Kebun jagung hibrida milik desa seluas 3,5 hektare, dan kini sedang dalam proses panen dengan perhitungan ubinan yang diambil maka diperkirakan hasilnya kurang lebih 5.200 kg/Ha. Sehingga hasil Perdana dalam Pengelolaan lahan kebun Jagung Desa di Tanam Pertama sebanyak 18.200 kg,” papar Koda, Kamis, 18 April 2024.

Dengan adanya terobosan dan upaya dari pemerintah desa dalam memanfaatkan lahan tidur dan air tersebut, antusias masyarakat desa pun semakin tinggi dalam memanfaatkan lahan-lahan tidur milik mereka.

Akses transportasi yang sulit tidak meluluhkan semangat dan antusias masyarakat untuk mengoptimalkan pengembangan hasil pertanian yang ada.

Koda berharap di waktu mendatang, pemerintah bisa membangun bendungan air permanen yang dapat membantu masyarakat tani di desa Banitobo.

Bendungan yang dibangun oleh pemerintah desa hanya sebatas mengatasi permasalahan kekeringan yang terjadi dan sewaktu-waktu bendungan ini bisa saja kembali rusak jika diterpa banjir.

Percetakan sawah di Letu Boro dan pemanfaatan lahan pertanian di Wae Bel’ang membuat semua kelompok tani dapat kembali diaktifkan dan bekerjasama dengan pemerintah desa. Karena bagi dirinya yang terpenting sebagai seorang kepala desa adalah melihat masyarakatnya sejahtera.

Salah satu tokoh masyarakat desa Banitono, Maksi Lengari sangat mendukung pembangunan bendungan air semi permanen yang dibangun oleh pemerintah desa Banitono.

“Saya sangat mendukung karena sebagian lahan milik saya yang digunakan pemdes untuk pembangunan bendungan semi permanen lokasi Air Besar,” ungkap Maksi.

Baginya, ini merupakan sebuah langkah sigap pemdes dalam menyikapi permasalahan kekeringan yang dialami masyarakat desa yang memiliki lahan pertanian di lokasi Wae Bel’ang.

“Dulu kami menggunakan jerigen dan mesin penyedot air, namun biaya operasional yang cukup besar mengharuskan kami menggunakan jerigen sebagai alternatif untuk mengambil air di sungai. Tetapi sekarang pemdes sudah bikin bendungan semi permanen, dan aliran air yang langsung masuk ke kebun kami ini kami bersyukur dan senang sekali,” tutur Maksi.

Infrastruktur jalan menurutnya juga menjadi hambatan bagi masyarakat desa yang hendak melakukan aktivitas pertanian di lokasi tersebut.

Akses jalan menuju lokasi yang rusak berat menyebabkan masyarakat berjalan kaki dengan menempuh jarak yang cukup jauh semata-mata guna mencukupi kebutuhan hidup mereka.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com 

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga