Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Pemerintah Sederhanakan Tarif PNBP Sektor Pertanian dan Peternakan, Ini Rincian Keringanan dan Insentifnya

ktnanasional.com – JAKARTA, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Pertanian. PP tersebut secara otomatis akan mencabut PP 35 Tahun 2016 sebagai dasar hukum pemungutan PNBP pada Kementerian Pertanian.

Direktorat Jenderal Anggaran bersama Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Direktur PNBP K/L, Wawan Sunarjo menjelaskan bahwa secara keseluruhan revisi PP Jenis dan Tarif atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian Pertanian ini bertujuan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat melalui sumbangsih yang terukur dalam bentuk PNBP.

Dalam pengelolaannya PNBP selalu berpegang teguh pada prinsip transparan, akuntabel dan bertanggung jawab sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang PNBP.

“PP Nomor 28 Tahun 2023 juga menampung usulan baru pelayanan PNBP sesuai kebutuhan masyarakat umum dan untuk memberikan nilai tambah bagi dunia usaha. Penambahan layanan yang sebelumnya tidak terpetakan, menjadi penting untuk dipenuhi dikarenakan perkembangan teknologi dan juga perkembangan teknologi, serta perkembangan kebutuhan masyarakat luas dan global,” jelas Wawan dalam Media Briefing di Jatiluhur, Jawa Barat, dikutip Kamis (13/7).

Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pertanian, Fuadi, menjelaskan terbitnya aturan baru tersebut sesuai pertimbangan-pertimbangan. Antara lain, perlunya penyederhanaan tarif dari sebanyak 5.706 tarif menjadi 526 tarif melalui penerapan single tarif maupun penghapusan tarif yang dinilai tidak efektif lagi.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengguna jasa mengakses layanan yang dibutuhkan. PP Nomor 28 Tahun 2023 juga menampung usulan baru pelayanan PNBP sesuai kebutuhan masyarakat umum dan untuk memberikan nilai tambah bagi dunia usaha.

Dalam rangka mengutamakan layanan kepada masyarakat, PP Nomor 28 Tahun 2023 ini juga memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat golongan tertentu berupa pemberian keringanan dan dua insentif.

“Keringanan berupa diskon biaya layanan dalam hal penyelenggaraan kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan kenegaraan dan pertimbangan karena keadaan di luar kemampuan wajib bayar dan keadaan kahar, serta bagi masyarakat tidak mampu, mahasiswa/pelajar, dan usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Fuadi.

Meski telah dirilis, Fuadi menjelaskan PP tersebut akan berlaku secara efektif 60 hari setelah diundangkan dan telah dirilis peraturan menteri sebagai turunannya. Adapun kini, rancangan Permentan sedang dalam proses penyusunan dan sudah mendekati final.

“PP itu berlaku 60 hari setelah diundangkan, adapun PP Nomor 28 Tahun 2023 telah diundangkan pada tanggal 29 Mei dan nanti akan berlakunya sekitar tanggal 29 Juli. Itu juga Permentan dan PMK-nya juga akan kita usahakan operasional-nya akan bersamaan,” jelasnya.

Lebih lengkap, berikut ini beberapa keringanan dan insentif yang diberikan melalui PP 28 Tahun 2023, meliputi:

  1. Pelayanan jasa tindakan karantina hewan dan tumbuhan dalam rangka bantuan sosial dikenakan nol Rupiah;
  2. Pembebasan Biaya Tahunan PVT untuk tahun ke 1 s.d. 3 bagi WNI, Lembaga penelitian milik pemerintah, Perguruan Tinggi Dalam Negeri, dan Usaha Menengah dan Kecil;
  3. Pemberian diskon tambahan melalui Pengenaan Tarif sebesar 10 persen untuk biaya tahunan PVT untuk tahun 4 s.d. berakhirnya masa perlindungan bagi WNI, Lembaga penelitian milik pemerintah, Perguruan Tinggi Dalam Negeri, dan Usaha Menengah dan Kecil;
  4. Pengenaan diskon tarif sebesar 10 persen bagi Audit kesesuaian unit usaha yang dilakukan secara virtual; dan
  5. Pengenaan tarif sebesar 0 persen untuk kriteria usaha mikro dan 50 persen untuk kriteria usaha kecil dalam Jasa Sertifikasi Produk Pakan.

Artikel ini telah tayang di jawapos.com

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga