Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Pemkab Boyolali Siapkan 432 Sumur Dangkal untuk Irigasi, Aliri 129,6 Hektare Lahan Pertanian

ktnanasional.com – JAWA TENGAH, BOYOLALI. Petani di Boyolali harus siap menghadapi dampak kemarau panjang. Melalui pemanfaatan sumber air untuk irigasi lahan pertanian. Baik sumur dangkal maupun sumur dalam. Di mana program pembuatan sumur dangkal dimulai sejak 2007. Total ada 432 sumur dangkal di Kota Susu.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali Joko Suhartono menjelaskan, pembuatan sumur dangkal sempat vakum pada 2013-2014. Kemudian dimulai lagi pada 2015 hingga sekarang.

“Sumur dangkal menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian di Boyolali. Satu sumur, rata-rata digunakan lima jam. Bisa mengairi lahan pertanian seluas 3.000-3.500 meter persegi,” kata Joko, kemarin (27/8).

Ratusan sumur dangkal ini, diperkirakan mampu mengairi lahan pertanian seluas 126,9 hektare. Terkait sebarannya, Joko menyebut belum merata di 22 kecamatan. Karena terkendala sumber air dan kedalaman.

Wilayah yang tidak memiliki irigasi dangkal, mayoritas di lereng Gunung Merapi-Merbabu. Tepatnya Kecamatan Selo, Gladagsari, Cepogo, Musuk, dan Tamansari. Plus satu wilayah di utara, yakni Kecamatan Wonosegoro.

Sedangkan sebaran irigasi dangkal, mayoritas di Kecamatan Sambi. Jumlahnya mencapai 57 sumur. Disusul Kecamatan Ngemplak dan Klego, masing-masing 55 sumur. Lalu Kecamatan Nogosari 52 sumur, Andong 48 sumur, Karanggede 27 sumur, dan Simo 26 sumur.

“Di Kecamatan Sawit ada 20 sumur, Banyudono juga 20 sumur, dan Wonosegoro 17 sumur. Kecamatan Mojosongo dan Teras masing-masing 16 sumur, Boyolali Kota 12 sumur, Ampel enam sumur, Juwangi tiga sumurm, dan Kemusu dua sumu,” imbuh Joko.

Selain lahan pertanian dengan irigasi teknis, Kota Susu juga memiliki lahan pertanian tadah hujan.

Data statistik pertanian (SP) pada 2022, luas lahan sawah tadah hujan mencapai 11,125 hektare. Ada yang satu hingga tiga kali masa tanam padi.

“Tahun lalu luas sawah tadah hujan 11.125 hektare. Rinciannya 124,4 hektare satu kali tanam padi, 10.340,6 hektare dua kali, dan 170 hektare tiga kali. Sedangkan yang tidak ditanami padi 490,6 hektare,” urainya. (admin)

Artikel telah tayang di radarsolo.jawapos.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga