Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Pemkab Gorontalo gelar pelatihan peningkatan produktivitas pertanian

ktnanasional.com – GORONTALO. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan peningkatan produktivitas pertanian program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (Upland).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmat Pomalingo di Gorontalo, Ahad mengatakan program itu dirancang dengan menggunakan sumber dana pinjaman luar negeri.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dilakukan selama tiga hari mulai 26 hingga 28 Oktober 2023 di Manado, Sulawesi Utara.

“Tujuan dari kegiatan Upland ini adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di dataran tinggi dan meningkatkan pendapatan petani,” ucap dia.

Desainnya dirancang agar pada tingkat usaha tani, produktivitas meningkat tanpa merusak lingkungan sehingga semua konstruksi akan disesuaikan dengan desain yang ramah lingkungan.
“Kegiatan Upland ini didanai Islamic Development Bank (ISDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD),” jelas Rahmat.
Rahmat mengatakan, Kabupaten Gorontalo menjadi satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapat hibah luar negeri.
Dalam pelaksanaan kegiatan pinjaman luar negeri itu dibutuhkan dukungan dari anggaran Pemerintah Indonesia untuk pelaksanaan kegiatan seperti yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman dan perjanjian keuangan masing-masing pihak.
“Realisasi pekerjaan fisik di tahun 2023 antara lain, pembangunan terasering, embung dan jalan usaha tani. Untuk realisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) juga sudah berjalan sesuai rencana,” ungkap Rahmat.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Rina Tayeb menguraikan, tujuan lain program Upland adalah meningkatkan produktivitas pisang jenis Gapi dan pendapatan petani di Kecamatan Pulubala dan Kecamatan Telaga sebagai daerah dataran tinggi melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan.
“Agar petani bisa mandiri, dibutuhkan perubahan kerangka berpikir, pemberdayaan, sosialisasi, studi komparatif, pelatihan dan bimbingan teknis, penguatan kelembagaan petani dan gapoktan termasuk peningkatan peran penyuluh,” kata dia. (admin)
artikel ini telah tayang di gorontalo.antaranews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga