Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Pemkab Jember Kecolongan, Investor Hotel Ratakan Lahan Pertanian Padahal Izin Belum Lengkap

ktnanasional.com – JAWA TIMUR, JEMBER. Pengalihan fungsi lahan pertanian produktif yang merupakan kawasan hijau menjadi lokasi pembangunan hotel di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, begitu mengejutkan.

Pemda pun terkesan kecolongan karena tahu-tahu lahan hijau seluas 1,6 hektare itu mendadak sudah rata dan dipadatkan, karena di sana akan dibangun hotel.

Di atas lahan di Jalan Udang Windu kawasan Jember kota tersebut, terlihat dua alat berat melakukan pemadatan tanah untuk persiapan pemasangan pondasi bangunan, Rabu (23/8/2023).
Warga sekitar pun mengaku pengurukan lahan pertanian sudah berlangsung 10 hari terakhir.

Selain itu, di lahan hijau di sisi Timur pintu masuk Perumahan Bumi Mangli Permai juga sudah ada dua alat berat jenis katrol dan slender yang beroperasi

Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto mengemukakan, pihaknya sudah melakukan inspeksi dan ternuata pembangunan hotel itu belum memiliki izin cukup.

“Kami bukan ingin menghambat investasi, tetapi kami ingin orang berinvestasi di Jember harus aman dari regulasi.

Ketika kami melihat ada regulasi yang kurang mendukung dalam tanda kutip, maka kami meminta agar dihentikan dulu kegiatannya (pembangunan hotel),” kata David.

Bila pemilik Hotel ngeyel untuk melanjutkan pembangunan di lahan itu, David memastikan akan mendapat tanggapan buruk dari masyarakat setempat bahkan bisa didemo.

“Ujung-ujungnya pasti pemerintah yang harus disalahkan. Karena apapun itu investasi tidak akan lepas dari pemerintah,” tambahnya.

David menyebut beberapa yang harus dipenuhi oleh pemilik hotel ini berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sesuai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021.

“Sekarang tidak laku lagi IMB, yang berlaku adalah PBG. Karena berkaitan dengan RTRW (Rancangan Tata Ruang dan Wilayah),” tuturnya.

Selain itu beberapa berkas Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), juga belum dilengkapi. “Terus berkaitan dengan UKL-UPL dan beberapa hal lain yang harus dipenuhi oleh pihak hotel ini,” imbuhnya.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jember ini menegaskan, dari hasil sidak tersebut, pekerja proyek hotel menghentikan alat beratnya beroperasi.

“Kami sampaikan kepada pekerja, agar ada kerjasama yang baik dengan pemerintah. Karena Jember ini adalah pemerintahan, bukan negara tanpa aturan,” tegas David.

Agus, mandor proyek pembangunan hotel mengaku hanya pekerja biasa. Sehingga setelah diminta oleh anggota dewan menghentikan pekerjaan tersebut, ia langsung menindaklanjuti.

“Diminta menghentikan ya kami hentikan. Kami di sini hanya pekerja biasa, tidak tahu apa-apa soal bangunan ini,” kilah Agus.

Udit, Warga Kelurahan Mangli mengatakan bahwa pengurukan lahan pertanian sudah dilakukan selama 10 hari.

Bahkan, pelaksanaannya tidak ada sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

“Makanya kalau tadi ada wakil rakyat meminta agar dihentikan, itu fair saja. Supaya ada yang menjembatani pihak hotel dengan masyarakat,” katanya.

Informasi yang beredar, investor hotel baru akan dibangun di Jember itu adalah seorang wanita asal Kabupaten Lumajang.(admin)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga