Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Pemkot Kendari membuka sekolah lapang iklim tingkatkan kualitas pertanian

ktnanasional.com – KENDARI, Pemerintah Kota atau Pemkot Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi membuka pelaksanaan sekolah lapang iklim di Aula Samaturu Balai Kota Kendari untuk meningkatkan kualitas para pelaku pertanian yang ada di Kota Kendari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Ridwansyah Taridala di Kendari melalui keterangan resminya Minggu, mengatakan bahwa melalui pembelajaran dari sekolah lapang iklim tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelaku pertanian.

Dalam hal ini, para penyuluh dan petani yang diharapkan dapat menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak negatif dari perubahan iklim.

Ia berharap dengan kegiatan dalam sekolah lapang iklim tersebut dapat meningkatkan hasil pertanian dan mengoptimalkan potensi yang menguntungkan, serta mengurangi dampak yang merugikan dari kondisi cuaca dan iklim ekstrem terjadi.

“Sekolah lapang iklim ini, tidak saja meningkatkan pemahaman tentang iklim, namun peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan di Kota Kendari,” kata Ridwansyah.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab. (Antara/HO-Pemkot Kendari)

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab menambahkan sekolah iklim ini untuk menjembatani informasi iklim dari BMKG.

“Ini merupakan program kegiatan yang sudah cukup lama kami laksanakan. Kami menyadari bahwa program seperti ini tidak boleh berhenti, Kenapa karena kami memahami bahwa secanggih apapun informasi kami, selengkap apapun peralatan-peralatan kalau informasi yang kami berikan tidak sampai dan tidak digunakan itu tidak akan maksimal,” ungkap Fachri.

Dia menjelaskan bahwa BMKG sebagai penyedia informasi iklim dalam bahasa yang lebih mudah dipahami oleh petani sebagai end user (pengguna terakhir). Sehingga pengguna jasa dalam sekolah lapang iklim ini dapat meningkatkan pemahaman mengenai cuaca dan iklim

Fachri menyebutkan bahwa selain itu, sekolah lapang iklim tersebut juga merupakan bentuk untuk mempererat kerjasama antara BMKG dan stakeholder pertanian.

“Kalau informasi kami tidak mudah dipahami oleh pengguna jasa termasuk di sektor pertanian maka tidak akan efektif, kita semua berharap alur informasi dari ujung ke ujung ini bisa tuntas dan bisa termanfaatkan,” jelas Fachri. (admin)

Artikel telah tayang di sultra.antaranews.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga