Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Penangkar Benih Padi Se – Jawa Barat Bentuk Asosiasi, H Otong: Varietas Benih Padi Hasil Produksi Penangkar Jabar Merupakan Yang Terlengkap, Terbaru Kita Punya Inpari Seri 49 Dengan Produktivitas Tembus 9 Ton Per Hektar

Jabarpress.com, Subang – Untuk memperkuat soliditas, para penangkar atau produsen benih padi se – Jawa Barat sepakat membentuk Asosiasi Penangkar Benih Padi Jawa Barat. Asosiasi penangkar benih padi ini diketuai oleh H Otong Wiranta.

Tokoh penangkar benih padi asal Kecamatan Pusakajaya, H Khoerul Anam Syah, jumlah produsen benih padi se – Jabar mencapai 34 orang. Di Kabupaten Subang sendiri jumlahnya sekitar 13 penangkar.

Puluhan penangkar swasta tersebut sepakat untuk membentuk asosiasi.

“Semua penangkar benih padi se Jabar hadir di acara panen raya ini. Penangkar atau produsen benih ini sepakat membentuk Asosiasi Penangkar Benih Padi Jawa Barat. Ketuanya Pak H Otong,” ujar H Anam, panggilan akrabnya, kepada Jabarpress.com, usai kegiatan Panen Raya di Desa Bojongtengah Kecamatan Pusakajaya yang dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Rabu (12/10/2022).

Dia menyebut, “latarbelakang pembentukan asosiasi penangkar ini karena, meskipun penangkar Jabar ini sudah kuat karena benih kita dipakai dimana-mana seperti Jatim dan Jateng, tapi saat ada penilaian oleh pusat, kita selalu kalah oleh Jawa Timur, karena kita tidak terorganisir. Karena itu, kita bentuk asosiasinya,” ucap H Anam.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Penangkar Benih Padi Jawa Barat, H Otong Wiranta, mengatakan, penangkar benih Jawa Barat ini termasuk penangkar dengan jenis produksi terlengkap. Misalnya, varietas padi Inpari saja sudah sampai seri 49.

“Padi yang kita panen saat ini varietas Inpari terbaru, yakni Inpari 49. Ini rekayasa dari Inpari 32 tapi lebih tahan rebah. Inpari 32 itu produktivitasnya tinggi tapi tidak tahan rebah, gampang rebah. Mudah-mudahan Inpari 49 ini tahan rebah. Ini inovasi badan litbang, tapi dikembangkan dan dipasarkan oleh penangkar,” jelas H Otong kepada Jabarpress.com.

Dia menyebut, benih padi hasil produksi para penangkar Jabar sangat diminati oleh para petani seluruh Indonesia, karena benihnya bermutu, unggulan dan bersertipikat. Wilayah pemasarannya terutama Jawa Barat, tapi juga merambah luar Jabar, diantaranya seluruh Sumatera, sebagian Sulawesi, Kalimantan dan lainnya.

“Mayoritas pemesan meminati inpari 32, tapi ada juga yang lainnya seperti Ciherang, Mekongga, IR 64, dan lainnya. Kita memproduksi berbasis pasar sesuai permintaan,” tuturnya.

H Otong juga mengungkap, varietas padi Inpari 32 lebih diminati karena produktivitasnya yang tinggi, bisa menembus 8 sampai 9 ton per hektar.

“Produktivitas Inpari ini lebih unggul, lebih tinggi, yang saat ini dipanen saja menghasilkan 8 – 9 ton per hektar,” pungkas pria yang juga Ketua KTNA Provinsi Jawa Barat ini.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga