Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Pengembangan Jeruk Keprok Tejakula Terus Dilakukan Secara Bertahap

ktnanasional – BALI, BULELENG. Jeruk Keprok Tejakula sempat mengalami masa kejayaan dan nyaris punah di tahun 1980-an akibat virus tanaman Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Namun sekitar tahun 2009 jeruk yang menjadi ikon dari Buleleng timur ini kembali ditanam secara terbatas di Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula serta terus berlanjut di sejumlah desa lainnya sampai sekarang.

Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, I Gede Subudi menyebutkan sampai akhir tahun 2023 lalu jumlah jeruk keprok Tejakula yang sudah ditanam di Kecamatan Tejakula seperti Desa Sembiran, Bondalem, Tejakula, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tembok totalnya sekitar 2.446 pohon. Sedangkan khusus untuk di Kecamatan lain jenis jeruk yang ditanam dominan merupakan jeruk siem Kintamani bukan jenis keprok Tejakula.

“Itu (jeruk keprok Tejakula,red) sudah dicoba penanaman kembali dalam jumlah terbatas di Desa Penuktukan tahun 2009 lalu tahun 2018 dicoba di Desa Tejakula. Jadi kalau totalnya di Kecamatan Tejakula sampai akhir tahun kemarin sudah ada 2.446 pohon ditanam,” ungkap dia saat dikonfirmasi Jumat (12/4/2024).

Subudi menambahkan untuk di tahun 2024 bantuan bibit jeruk keprok Tejakula kembali dibagikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang totalnya mencapai 13.000 bibit. Adapun rinciannya di Desa Les sebanyak 4000 bibit, Desa Tembok sebanyak 5000 bibit, Desa Bondalem sebanyak 2500, dan Desa Sambirenteng sebanyak 1500 bibit. Proses pengkajian pengembalian kejayaan jeruk keprok Tejakula pun sudah dilakukan sejak tahun 2023 oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali dengan Fakultas Pertanian Unud.

“Pengkajian sudah dilakukan, hasilnya CVPD memang masih ada, tetapi dengan budidaya tanaman sehat kita berharap perkembangan jeruk keprok Tejakula bisa dilakukan secara bertahap,” pungkas dia.

Sementara itu, proses pembagian bibit jeruk keprok Tejakula sudah terlaksana beberapa waktu lalu di Desa Tembok. Ada sebanyak 5000 bibit yang dibagikan langsung Kepala Desa Tembok, Dewa Ketut Wiliasmawan kepada para petani khususnya yang memiliki sumur bor dan beberapa warga yang serius dan memiliki komitmen untuk menanam 2 sampai 3 pohon di halaman rumah mereka. (admin)

artikel ini telah tayang di balipuspanews.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga