Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Penyokong Pangan IKN, Data Sensus Pertanian Dasar Penyusunan Kebijakan di Kalsel

ktnanasional – KALIMANTAN SELATAN, BANJARMASIN. Dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan petani, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Workshop Evaluasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian Tahun 2023.

Workshop tersebut merupakan bagian dari tindaklanjut oleh BPS Kalsel atas sensus pertanian yang sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2023.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar mengatakan hasil data sensus pertanian 2023 sangat strategis dan merupakan data terkini yang berguna bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

Hal itu disampaikannya dalam sambutan tertulis pada pembukaan Workshop Evaluasi Data Hasil Pengolahan Sensus Pertanian 2023 pada salah satu hotel di Banjarmasin, Kamis (16/11/2023).

Disampaikan Paman Birin, lantaran data hasil sensus pertanian merupakan dasar dalam penyusunan kebijakan pangan dan identifikasi potensi pertanian di Kalsel. Selain itu, data pertanian menjadi sangat penting bagi Pemprov Kalsel, karena menyangkut kebutuhan pangan penduduk.

“Terlebih dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di provinsi yang dekat dengan Kalsel, membuat potensi menjadi penyokong kebutuhan pangan daerah tersebut. Untuk itu, perkembangan pertanian dan potensi pertanian harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendataan dan pengolahan sensus pertanian 2023 telah selesai. Berbagai pihak sudah menantikan data finalnya untuk keperluan pembangunan.

“Kami berharap, kehadiran data hasil sensus pertanian bisa menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan terkait sektor pertanian di Kalsel. Berharap, kegiatan workshop ini memberikan manfaat sekaligus menjalin kebersamaan dalam upaya memajukan Kalsel,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono menerangkan, tujuan dari sensus pertanian ini adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat. Nantinya, dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan khususnya di sektor pertanian.

“Workshop ini digelar dari 15-18 November 2023 dan dikuti hampir 170 peserta. Di antaranya berasal dari BPS kabupaten/kota, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan,” tuturnya.

Seperti diketahui, sensus pertanian ini dilaksanakan secara nasional dan tahun ini merupakan yang ketujuh kalinya dilaksanakan. Hasil dari sensus pertanian 2023 ditujukan untuk mendapatkan informasi strategis yang akan diberdayakan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah. (admin)

artikel ini telah tayang di pojokbanua.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga