Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

PENYULUH PERTANIAN SWADAYA KUTAI KARTANEGARA DILATIH DI UPTD-BPPSDMP SEMPAJA KALTIM

ktnanasional.com – KALTIM Samarinda. Peraturan Presiden RI (Perpres) No.35/2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluh Pertanian telah ditetapkan pertanggal 4 Maret 2022. Menjadi dasar untuk penguatan kelembagaan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Sertifikasi bagi PPS diperlukan untuk standarisasi sesuai yang telah disyaratkan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Dari tanggal 18 sd 24 Desember 2022 dilaksanakan Pelatihan Kerjasama Metodologi Penyuluhan Bagi Penyuluh Swadaya Kabupaten Kutai Kartanegara bertempat di UPTD-BPPSDMP Sempaja Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari kecamatan Anggana, Samboja, Tenggarong, Muara Jawa, Tenggarong Seberang, Tabang, Loa Janan, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Muara Badak dan Kembang Janggut Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peserta dan Pelatih foto Bersama

Kepala UPTD-BPPSDMP Provinsi Kalimantan Timur, Tri Ida Kartini, SP, MP dalam laporannya menyampaikan tujuan Pelatihan adalah untuk Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap penyuluh pertanian dalam rangka menghasilkan SDM pelaku pembangunan pertanian yang kompeten sehingga mampu mengembangkan usaha pertanian yang tangguh, berdaya saing tinggi dan menerapkan prinsip pembangunan pertanian berkelanjutan.

Ananias S.Hut, Mewakili Kepala Dinas Memberikan Sambutan

Sementara itu Ananias, S.Hut yang mewakili Kepala Dinas Petertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara mengatakan Pelatihan ini sebagai kelanjutan dari yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2021 pemerintah kukar melalui Dinas Pertanian dan Peternakan telah mengirim 90 orang Penyuluh Swadaya ke UPTD-BPPSDMP Sempaja untuk mengikuti Pelatihan dasar Penyuluhan. “Diharapkan kerjasama Distanak Kukar dengan UPTD-BPPSDMP dapat terus berlanjut, dimana pada tahun 2023 direncanakan akan dilakukan pelatihan dasar bagi penyuluh pertanian Kembali”, kata Ananias.

Ir. Siti Farisyah Yana, M.Si Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura saat membuka pelatihan menyampaikan, salah satu sisi paradigma baru penyuluhan adalah penyuluhan partisipatif, bukan penyuluhan yang searah. Penyuluh harus bisa hidup diantara petani, jadi penyuluh tidak hanya memberikan teori budidaya serta teori hama dan penyakit tanaman, namun harus bisa membukakan dan menguatkan petani untuk berkarya.

“Untuk itu Penyuluh Swadaya juga harus terus memperkuat diri dengan menambah pengetahuan, kemampuan karena ilmu yang mereka miliki harus update dan langsung diterapkan ke petani”, kata Yana.

Ketua KTNA Nasional Menyampaikan Materi Secara Daring

Ketua Umum KTNA Nasional H.M. Yadi Sofyan Noor yang menjadi nara sumber pada pelatihan tersebut menyampaikan materi dengan tema “Peranan KTNA dalam Pembangunan Pertanian di Kukar” (19/12/22). Dalam paparannya disampaikan Sapta Peran KTNA. Sejak  awal berdiri pada tahun 1971 peran penyuluhan selalu melekat pada setiap kontak tani. Sapta Peran KTNA mencakup : Sebagai Petani/nelayan Pemimpin, sebagai negosiator, berperan sebagai penyuluh swadaya, pelindung/pembela petani, pengurus koperasi, pembaharu/pelopor dan pengelola P4S.

“Sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) KTNA harus berfikir lebih maju harus bisa befikir out of the box. Harus lebih aktif, jangan pernah berfikir negative berfikirlah positif, ikuti  orang baik dan berfikiran maju supaya bisa berbuat lebih baik lagi”, kata Sofyan. (mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga