Sabtu, 20 April, 2024

Artikel Terbaru

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Grobogan Dikukuhkan

ktnanasional.com – JATENG Grobogan.  Sebanyak 162 penyuluh pertanian swadaya dikukuhkan Bupati Sri Sumarni di Saung Tani Dinas Pertanian Grobogan, Sabtu (18/2/2023). Mereka diharapkan mampu memperkuat penyuluhan hingga level bawah.

Bupati Sri dalam sambutannya mengatakan, saat ini jumlah penyuluh ASN hanya 61 orang. Sedangkan, jumlah kelompok tani yang dibina mencapai 1.599 kelompok.

’’Kehadiran penyuluh swadaya ini diharapkan memperkuat kegiatan penyuluhan sampai level paling bawah, langsung kepada petani. Baik lewat kelembagaan Kelompok Tani dan Gapoktan (gabungan kelompok tani), maupun langsung kepada para petani,’’ kata Bupati.

Bupati menambahkan, peran penyuluh pertania swadaya sangat strategis. Karena itu, pihaknya pun berupaya untuk terus mengembangkan dan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian swadaya.

’’Penyuluh swadaya diharapkan saling bersinergi dengan penyuluh ASN dan swasta dalam menyelenggaran kegiatan penyuluhan,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut, penyuluh swadaya diharapkan bisa berperan aktif menjadi pendamping pelaku dan mitra usaha yang efeknya akan bisa dirasakan nyata.

’’Selain itu juga mampu memberikan kontribusi besar untuk perekonomian, sekaligus mewujudkan terciptanya ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani,’’ paparnya.

Panen Raya Bupati Grobogan dan Menteri Pertanian

Bupati menyebut, untuk melindungi eksistensi para penyuluh swadaya, Pemkab Grobogan telah menyusun Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dalam Raperda itu berisi peran pemdes atau kelurahan menyediakan lahan demplot untuk dikelola penyuluh pertanian.

Kepada Medkominfo KTNA Nasional, Kepala Dinas Pertanian Sunanto menjelaskan Grobogan merupakan sentra tanaman padi, jagung dan kedelai nasional. Memiliki luas lahan baku sawah 83.833 ha serta lahan hutan yg ditanaman pangan seluas 27.127 ha. ketebatasan jumlah penyuluh pertanian ASN yang hanya 61 org menyebabkan perlunya pemberdayaan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).

Semua pengurus KTNA Kabupaten Grobogan semua juga dikukuhkan sebagai PPS untuk lebih sinergi dalam mengawal pembangunan pertanian. Kabupaten Grobogan saat ini sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani yang salah satunya berisi peran serta Pemerintah Desa untuk setiap desa menyediakan lahan demplot yg dikelola oleh PPS seluas minimal 0,25 ha, seperti yang sudah disampaikan oleh Bupati.

“Sebagai sentra produksi padi, jagung dan kedelai nasional, perlu sinergi yang lebih kuat dengan KTNA, peran KTNA yang juga sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya maka pemberdayaan petani dalam meningkatkan produksi, pendapatan dan kesejahteraan akan meningkat menuju pertanian Maju, Mandiri, Modern,” kata Sunanto.

Secara terpisah wakil ketua KTNA Grobogan Hardiyono yang mewakili mbah Wardi ketua Kabupaten menyampaikan, selama ini kolaborasi dan sinergitas telah terbangun dengan baik antara pemerintah kabupaten Grobogan dengan KTNA disemua tingkatan. Apa yang menjadi program pemerintah melalui dinas teknis disampaikan ke kelompok tani demikian pula sebaliknya apa yang menjadi kendala di lapangan disampaikan oleh KTNA ke pihak pemerintah.

Terkait dengan kesiapan KTNA Grobogan untuk menghadiri Penas XVI di Padang, Hardiyono mengatakan KTNA Grobogan siap untuk ikut mensukseskan perhelatan akbar tersebut. “Bahkan kami sudah sepakat mengajukan bupati kami untuk mendapatkan penghargaan presiden di Penas nanti, ini karena kami sangat merasakan kebijakan yang dibuat bupati sangat mendukung pertanian di Grobogan,” ujar Hardiyono. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga