Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Perintah Tegas dari Jokowi : Bulog dan Mitra Wajib Beli Gula Petani Rp 12 ribu/kg!

ktnanasional.com – Jakarta, Dalam langkah progresif untuk mendukung petani dan mendorong ketahanan pangan nasional, Presiden Jokowi telah mengambil tindakan luar biasa. Dengan perintah tegas, Presiden telah memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) serta mitra-mitranya untuk membeli gula petani dengan harga yang menguntungkan, yakni Rp 12 ribu per kilogram.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong seluruh pelaku dalam dunia industri gula untuk segera merespons dengan penyesuaian yang berdampak, baik di tingkat konsumen melalui Harga Acuan Penjualan (HAP), maupun di tingkat produsen melalui Harga Acuan Pembelian. Inisiatif ini sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 17 Tahun 2023.

Kepala Bapanas (National Food Agency/NFA), Arief Prasetyo Adi mengungkapkan peningkatan HAP gula konsumsi ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan harga di antara produsen, pedagang, dan konsumen. Langkah ini juga merupakan hasil arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menjaga kewajaran harga di ketiga sektor tersebut sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Dalam Perbadan 17 Tahun 2023, penyesuaian harga telah ditetapkan. HAP gula konsumsi terbaru ditetapkan sebesar Rp 12.500/Kg di tingkat produsen, Rp 14.500/Kg di tingkat konsumen, dan Rp 15.500/Kg khusus untuk Indonesia Timur dan daerah Tertinggal, Terluar, Terpencil, dan Perbatasan (3TP). Peningkatan harga acuan sebesar Rp 1.000 per kg ini hasil dari pembahasan, diskusi, dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pergulaan, termasuk para undangan yang hadir dalam sosialisasi saat ini.

Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas (National Food Agency/NFA), menjelaskan bahwa regulasi yang diterbitkan telah melibatkan berbagai pihak terkait. Kenaikan harga acuan saat ini didasarkan pada kondisi aktual yang dihadapi, dengan mempertimbangkan faktor Biaya Pokok Produksi yang meliputi kenaikan harga pupuk, benih, tenaga kerja, dan biaya distribusi.

Dalam keterangan resmi, Arief menyatakan, “Kenaikan harga acuan hari ini berdasarkan kondisi yang kita hadapi sesuai dengan perhitungan Biaya Pokok Produksi yang mempertimbangkan kenaikan harga pupuk, benih, tenaga kerja, dan ongkos distribusi yang harus dikeluarkan,” seperti yang dilaporkan pada Rabu (9/8/2023).

Arief juga mengajukan permohonan agar HAP gula konsumsi di tingkat produsen sebesar Rp 12.500/Kg dapat segera diterapkan. Ia mengacu pada arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan keseimbangan harga pangan dari produsen hingga konsumen, serta mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengikuti regulasi yang diatur dalam Perbadan 17 Tahun 2023 ini.

“Dengan harga jual gula yang optimal, para petani akan terdorong untuk terus meningkatkan produksi tebu, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan suplai bahan baku tebu. Hal ini secara keseluruhan akan meningkatkan ketersediaan gula di dalam negeri,” tambahnya.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Arief menjelaskan bahwa NFA akan melakukan diskusi dengan para pedagang besar gula konsumsi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa implementasi dari Perbadan tersebut berjalan sesuai dengan harapan dan tujuan yang telah ditetapkan.

“Selain itu, kami juga mendorong kolaborasi antara BUMN Pangan, BULOG, ID FOOD, dan SGN subholding BUMN Perkebunan. Kolaborasi ini bertujuan untuk merancang kerja sama dalam hal pasokan dan pendanaan, dengan tujuan utama stabilisasi pasokan dan harga gula,” ujarnya.

Langkah melibatkan BUMN Pangan dalam upaya ini sejalan dengan perbaikan tata kelola industri gula nasional, yang ditegaskan dalam Perpres 125 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Kolaborasi ini melibatkan berbagai aspek, baik dalam skala on-farm maupun off-farm, dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan gula di dalam negeri, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, serta menjaga stabilitas harga gula baik bagi petani maupun masyarakat umum.

Pada sisi lain, Soemitro Samadikoen, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), mengharapkan bahwa implementasi dari Perbadan ini akan mendorong harga di tingkat petani agar sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dia mencatat bahwa harga lelang gula saat ini masih berada di bawah HAP, dengan kisaran harga antara Rp 12.040 per kg hingga Rp 12.394 per kg. APTRI mengusulkan agar peningkatan harga di lapangan berada dalam kisaran 5 hingga 10 persen dari HAP, dengan harapan bahwa langkah ini akan memberikan dorongan lebih kepada para petani untuk meningkatkan produksi.

Dalam konteks kebutuhan dan produksi gula, Prognosa Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa sebagian kebutuhan gula nasional masih dipenuhi dari pasokan luar. Kebutuhan gula konsumsi di dalam negeri saat ini mencapai 3,39 juta ton per tahun, sementara perkiraan produksi gula nasional pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 2,7 juta ton. Terkait dengan harga gula konsumsi, berdasarkan Panel Harga Pangan NFA, rata-rata harga gula konsumsi di tingkat konsumen pada tanggal 7 Agustus 2023 adalah sekitar Rp 14.658 per kg. (admin)

Artikel telah tayang di sinartani.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga