Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Pertama Dalam Sejarah, Koperasi Kamboti Rempah Maluku Ekspor Pala Langsung Belanda

ktnanasional – MALUKU. Group Kamboti Rempah Maluku bekerjasama dengan PT. Ekosistem Bumi Lestari (KOBUMI) kembali melakukan ekspor biji dan fuli Pala, langsung dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ke Pelabuhan Internasional Roterdam di Belanda.

Demikian disampaikan Founder dan Owner Group Kamboti Rempah Maluku, Samson R. Atapary pada Tribun Maluku via WhatsApp-nya, Sabtu (04/11/2023).

Menurut Atapary, seluruh syarat dan  dokumen ekspor yang di minta negara importir sesuai dengan regulasi Uni Eropa, telah  disiapkan semua diantaranya Standar Higienis Gudang Produksi yang dikeluarkan oleh Otoritas Kompeten Keaman Pangan (OKKP) Daerah Maluku.

Uji Mutu bebas Aflatoksin dan Okratoksin yang dilakukan oleh salah satu Laboratorium Mutu di Surabaya, yang telah mendapat akreditasi Uni Eropa serta dokumen ekspor yang dikeluarkan oleh Balai Karantina Pertanian, Bea Cukai dan Pelayaran (Ekspedisi).

Ekspor kali ini kata Atapary, dilakukan oleh Koperasi Kamboti Rempah Maluku.

“Jadi ini merupakan sejarah pertama kali di Maluku, bahwa Badan Usaha “Koperasi” bisa melakukan Ekspor Komoditas Hasil Pertanian atau Perkebunan Rakyat Maluku ke salah satu negara di Eropa yaitu Belanda,” jelas Atapary.

Dengan kegiatan ekspor ini lanjut Atapary, diharapkan Nilai Tukar Hasil Pertanian di Maluku semakin tinggi dan juga bisa mencatatkan Neraca Perdagangan atas nama Maluku, yang berhubungan dengan Komiditas Pertanian di Pemerintah Pusat sehingga bisa mendapatkan Dana Insentif Daerah untuk Pemda Maluku guna meningkatkan perekonomian di daerah.

Selain itu, Pala asal Maluku semakin di kenal di luar negeri karena di ekspor langsung dari Ambon.

Hal ini juga bisa menunjang pariwisata di Maluku, terutama daerah-daerah penghasil Pala diantaranya Banda, Leihitu Pulau Ambon, Lease, Seram dan Buru.

Jumlah biji dan fuli Pala yang diekspor dalam volume kontainer 20 feet, yang terdiri dari fuli pala 2 ton dan biji pala 7 ton, sehingga totalnya 9 ton.

Direncanakan stuffing ke kontainer pada tanggal 6 November 2023 dan keberangkatan kapal dari Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ke Pelabuhan Surabaya, kemudian lanjut ke Pelabuhan Roterdam Belanda pada tanggal 7 November 2023. (admin)

artikel ini telah tayang di tribun-maluku.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga