Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Petani di Kaltim Jumlahnya Menurun versi Sensus Pertanian, Siti Farisyah Yana Cari Solusi

ktnanasional – KALIMANTAN TIMUR, SAMARINDA. Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur menyebut petani di Kalimantan Timur berdasarkan hasil sensus pertanian mengalami penurunan dalam sepuluh tahun terakhir.

Alasannya, alih fungsi lahan jadi salah satu penyebabnya, yang kini menjadi ancaman serius.

Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana tak merinci kondisi serta jumlah petani di Kaltim saat ini.

“Petani kita dalam sepuluh tahun terakhir berdasarkan sensus pertanian memang terus menurun, hampir 50 persen,” ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (1/3/2024).

Disebutnya bahwa ancaman perubahan iklim, faktor non-alam juga masih terus jadi faktor serius pada sektor pertanian Kalimantan Timur.

Mungkin karena memang luasan lahan juga sudah mulai menyempit, dengan alih fungsi lahan yang masih terjadi.

“Petani kita di Kalimantan Timur didominasi sektor perkebunan,” imbuhnya.

Kini ia sedang merumuskan agar segera diatasi terkait kondisi tersebut, karena bisa berdampak pada ketahanan pangan Kalimantan Timur.

Sektor pertanian masih jadi salah satu mesin penggerak ekonomi, kemudian sektor ini pula termasuk penyerap tenaga terbanyak.

“Persoalan ini akan kita rumuskan benar-benar nanti, supaya ada solusi konkret agar menurunnya jumlah petani ini bisa ditekan,” tegas perempuan yang akrab disapa Yana ini.

Diketahui, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik sebelumnya juga sangat konsen menyoroti persoalan ketahanan pangan di wilayah ini.

Menurutnya, persoalan utama Kaltim saat ini adalah pangan, dan tidak pernah ada keinginan untuk mandiri dari sisi pangan.

Lihat saja program-programnya, tidak pernah mendorong untuk ketahanan pangan.

“Yang ada hanyalah berdagang dan menerima dari daerah lain untuk kebutuhan pokok kita,” kata Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.

Provinsi Kalimantan Timur menurut Dirjen Otda Kemendagri ini sangat bisa mandiri, tetapi menjadi persoalan ketika pola pikir untuk menghadirkan ketahanan pangan tidak ada.

“Memang persoalan di Kaltim ini adalah mindset. Kita terlena dengan anugerah sumber daya alam yang melimpah, tambang,” ungkap Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga