Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Petani di Madiun Khawatir Turunnya Alokasi Pupuk Subsidi Pengaruhi Produksi Padi, KTNA: Korbannya Rakyat Kecil

ktnanasional – JAWA TIMUR, MADIUN. Menyusutnya alokasi pupuk subsidi 2024 terus dikeluhkan para petani.

Para petani di Madiun khawatir kondisi tersebut berpengaruh pada produktivitas padi yang akan semakin menurun dibandingkan sebelumnya.

“Sebelumnya per hektare itu bisa dapat 4 kuintal, sekarang produksi padi hanya 1,5 kuintal,” ujar Jaeroni, salah seorang petani di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan.

Kekhawatiran itu bukan tanpa sebab. Berkurangnya pupuk subsidi membuat petani merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non-subsidi.

“Kondisi ini sangat menyulitkan terlebih harga pupuk non-subsidi ini hitungannya lebih mahal dua sampai tiga kali lipat dari harga pupuk subsidi,” keluh Jaeroni.

Sementara itu, Ketua KTNA Madiun Suharno menuturkan, susutnya alokasi pupuk subsidi berimbas besar bagi para petani.

Sebab, petani tidak bisa memenuhi nutrisi tanamannya. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat.

“Idealnya petani itu memakai rumus 5 kuintal organik, 3 kuintal NPK dan 2 kuintal urea,” kata Suharno.

“Namun kenyataannya pemerintah justru memberikan paling banyak urea yang itu berdampak tanaman mudah terserang hama penyakit,” imbuhnya.

Dengan pemberian pupuk formula tersebut, petani bisa menghasilkan panen ideal, yakni 6-7 ton per hektare.

Namun jika komposisi seimbang tidak diberikan maka bisa saja panen padi kurang dari jumlah tersebut.

Tentu hal ini akan berdampak pada ketahanan pangan di masyarakat.

“Jika produktivitas padi turun, maka hukum ekonomi akan berjalan dan berdampak pada harga beras di pasar akan semakin tinggi dan lagi-lagi korbannya rakyat kecil,” ucapnya. (admin)

artikel ini telah tayang di radarmadiun.jawapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga