Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Petani Juwiring Klaten Berantas 1.500 Tikus dalam 2 Bulan Gropyokan di Sawah

ktnanasional – JAWA TENGAH, KLATEN. Di kecamatan Juwiring, Klaten, para petani semakin intens menggencarkan gerakan gropyokan tikus di area persawahan.

Kamis (10/1), petani setempat berhasil menangkap ratusan ekor tikus dalam gropyokan.

Sejak Desember 2023 hingga Januari 2024, para petani di Desa/Kecamatan Juwiring telah sukses menangkap lebih dari 1.500 ekor tikus.

Kolaborasi antara kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), kecamatan, hingga Babinsa turut serta dalam kegiatan ini, memburu tikus yang bersarang di lubang-lubang pematang sawah.

“Jumlah total tikus yang berhasil ditangkap pada Kamis mencapai 298 ekor,” ungkap Kabid Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan DKPP Klaten, Lilik Nugraharja.

Lilik menekankan bahwa pengendalian tikus yang paling efektif dilakukan melalui gerakan gropyokan, seperti yang dilakukan petani di Juwiring,Klaten.

Metode ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efektif dalam menangkap tikus dalam jumlah besar dalam satu waktu.Alternatif lainnya adalah dengan memanfaatkan burung hantu (Tyto alba).

Beberapa petani di Kabupaten Bersinar telah sukses mengendalikan serangan tikus dengan cara membuat rumah burung hantu (rubuha) di area persawahan.

Lilik membenarkan adanya penggunaan kawat beraliran listrik sebagai jebakan tikus, tetapi ia menegaskan  petani dilarang menggunakan alat tersebut karena dapat membahayakan mereka atau orang lain yang beraktivitas di sawah.

Hama Tikus Merebak

Ruli, anggota kelompok tani Murih Raharjo Desa Juwiring, menambahkan bahwa serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus di area persawahan Desa Juwiring telah merebak sejak Agustus 2023.

Serangan tikus telah membuat petani kesulitan karena merusak tanaman padi, mengakibatkan gagal panen sebagian besar.

Menurut Ruli, sekitar 30 persen hasil panen masih dapat dipanen. Gerakan gropyokan tikus sudah dilakukan kelompok tani Murih Raharjo Desa Juwiring, Klaten, sebanyak lima kali, termasuk yang dilaksanakan pada Kamis pagi.

Dari lima kali gropyokan selama Desember 2023-Januari 2024, petani Desa Juwiring yang tergabung dalam kelompok tani Murih dan Marsudi berhasil menangkap sekitar 1.504 tikus.

Tikus yang berhasil diburu kemudian dimatikan dengan cara dipukul dan dikubur, dengan fokus mencari dan menggali lubang-lubang di pematang sawah yang diperkirakan sebagai sarang tikus. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga