Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Petani Seluruh Indonesia Unjuk Keterampilan dan Tampilkan Inovasi di PENAS XVI 2023

ktnanasional.com SUMBAR-Padang, Ajang Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVI 2023 yang berlangsung selama 6 (enam) di Lapangan Udara Sutan Sjahrir, Kota Padang, Sumatera Barat diikuti petani dari seluruh Indonesia. Dalam ajang tersebut, para peserta menunjukkan Peragaan, Unjuk Tangkas, dan Asah Terampil (PUA). Kegiatan PUA yang dilaksanakan selama 3 (hari), yakni 11-12 Juni 2023 untuk Peragaan dan Asah terampil serta 13 Juni 2023 untuk Unjuk Tangkas.

Setiap provinsi yang ikut serta pada kegiatan ini saling berlomba menampilkan kemampuan dan inovasi pertanian yang dimiliki. “Kami sudah atur sedemikian rupa supaya Peragaan, Unjuk Tangkas, dan Asah Terampil ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga silaturahmi dan bertukar informasi antar-petani,” ujar Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman. Liferdi melanjutkan, khusus pada Asah Terampil ada yang berbeda, yakni dilakukan secara terbuka dengan pemanfaatan teknologi digital berupa sistem skoring secara langsung.

Para peserta lomba wajib menggunakan laptop. Hal ini tentu saja merupakan hal baru bagi peserta PENAS XVI Tahun 2023. “Ini merupakan pengalaman baru bagi kami. Ke depannya kami akan tetap semangat dan memantapkan lagi pengetahuan kami,” kata peserta Asah Terampil dari Papua Selatan, Hariati Gebze.

Setelah melewati tahap penyisihan dan final 6 besar, terpilihlah pemenang Asah Terampil yang berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, pada sesi Peragaan, ada 26 provinsi yang berpartisipasi. Masing-masing perwakilan menampilkan inovasi yang mereka kembangkan, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun kehutanan. Salah satu peragaan yang cukup menarik perhatian adalah inovasi mi sagu dari Provinsi Papua. Inovasi ini merupakan salah satu upaya kelompok tani di Jayapura untuk menekan angka stunting di wilayah Papua. “Kami menampilkan inovasi olahan sagu menjadi mie dan dihidangkan bersama bakso ikan. Sagu ini merupakan bahan makanan yang sangat baik untuk mencegah stunting karena mengandung kalsium, sehingga mengoptimalkan pertumbuhan tinggi anak,” ujar Yulen Mamengko, perwakilan dari KTNA Provinsi Papua. Yulen menambahkan, selain mampu mencegah stunting, sagu juga baik untuk menjadi makanan utama bagi anak dengan autism spectrum disorder (ASD). “Sagu ini tidak mengandung gula. Jadi, baik sekali untuk dikonsumsi oleh anak dengan spektrum autisme,”tambahnya. (jpnn)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga