Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Pj Gubernur Aceh : Peda Petani dan Nelayan Harus Bisa Ciptakan Usaha Hilirisasi Pertanian

ktnanasional.com – NAD Banda Aceh.  Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki mengatakan, kegiatan Pekan Daerah (Peda) Petani dan Nelayan yang diselenggarakan Distanbun Aceh di Saree bertujuan tidak hanya  untuk persiapan Penas KTNA di Sumatra Barat, 10 Juni 2023 mendatang.

Tapi ia diharapkan bisa menciptakan usaha hilirisasi usaha pertanian dan memberikan manfaat kepada petani dan nelayan dalam membangun kegiatan usaha pertanian dari hulu hingga hilir.

“Pembangunan usaha hilirisasi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dari hulu hingga hilir, lebih diperlukan  petani dan nelayan di Aceh, untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah dan kesejahteraan hidup petani dan nelayan,” kata Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dalam pidato pengarahannya pada acara pembukaan  Peda Petani dan Nelayan 2023 di Saree, Aceh Besar, Kamis (11/5/2023).

Acara  Peda Petani dan Nelayan 2023 di Saree ini, dihadiri Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan Sumber daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Pusat,  Prof Dr Dedi Nursyamsi, Pengurus KTNA Aceh, Pengurus KTNA Kabupaten/Kota, anggota KTNA, Pengurus Perhimpunan Petani Aceh, Kepala Distanbun Kabupaten/Kota, sejumlah Kepala SKPA dan lainnya.

Hilirisasi pertanian perkebunan, peternakan, perikanan yang dimaksud, kata Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dari kegiatan usaha hulu pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan bisa menghasilkan kegiatan hilirisasi dalam bentuk berbagai jenis dan item produk makanan dan minuman yang siap dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal, nasional, internasional dan ekspor.

Contohnya kegiatan usaha pengembangan tanaman kopi di Gayo. Berbagai jenis tanaman kopi mulai kopi arabika, robustan kopi ateng dan lainnya, telah di tanam di berbagai daerah di Gayo dan daerah lainnya di Aceh, tapi produksi biji kopinya, lebih banyak diekspor ke luar negeri, dari pada diproduksi di dalam negeri dan daerah sendiri.

Begitu juga dengan pengembangan tanaman coklat. Produksi biji kopinya lebih banyak dijual ke luar Aceh. Memang sudah ada usaha pengolahan biji coklat di Aceh, tapi jumlahnya masih sangat terbatas.

Diharapkan, melalui pelaksanaan kegiatan Pekan Daerah Petani dan Nelayan Aceh ini yang berlangsung tiga hari Kamis (11/5) – Sabtu (13/5) di Saree ini, antara kelompok tani dan nelayan dari 23 Kabupaten/Kota, saling bertukar informasi, pengetahuan baru,  hasil inovasi dan kreativitasnya dalam pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Jika hal itu bisa terlaksana, kata Pj Gubernur Aceh, baru kegiatan  Peda Petani dan Nelayan yang dilaksanakan pada tahun 2023 ini, memberi manfaat kepada petani dan nelayan, serta masyarakat Aceh.

Banyak produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang dipamerkan dalam acara  Peda Petani dan Nelayan ini, bagus-bagus dan dibutuhkan orang. Dari sejumlah produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan tersebut, yang memiliki peluang pasar yang luas, di pasar lokal, nasional dan internasional, lakukan kontak bisnis usaha dengan PT Pembangun Aceh (Pema), BUMD Kabupaten/Kota dan perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis, untuk diproduksi dalam jumlah besar.

Begitu juga dengan pengembangan komoditi pangan yang masih diimpor. Misalnya kacang kedelai. Sekarang sudah banyak biji kacang kedelai unggul ukuran besar, sangat ekonomis untuk dikembangkan secara bisnis. Kenapa bibit unggul kacang kedelai itu, tidak dikembangkan secara meluas untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku tempe dan tahu di Aceh.

Usai membuka acara  Peda Petani dan Nelayan, Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah, Kadis Peternakan Aceh, Zalsufran, Kadis Pangan Aceh, Surya Rayendra, Kadis Perikanan Aceh, Aliman, Kadis Pengairan Aceh, Ade Surya, Ketua Panitia  Peda Petani dan KTNA 2023, Mukhlis, dan sejumlah pejabat lainnya, meninjau lokasi pameran yang ada di kawasan Pekan Daerah Petani dan Nelayan dan melakukan panen kacang tanah bersama Kepala SKPA.

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, sangat senang dan gembira, ketika melihat berbagai produk hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang dipamerkan. Ia mengamanahkan kepada Kadistanbun, Kadis Peternakan, Kadis Perikanan, produk hasil pertanian, peternakan dan perikanan petani dan nelayan yang sudah bagus, agar difasilitasi kegiatan usaha hilrisasi, sampai produk tersebut bisa dijual dalam jumlah yang banyak dan wilayah yang luas, tidak hanya di Aceh, tapi luar Aceh dan ekspor.

Disebutkan unit-unit usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang telah berhasil berproduksi, dekatkan mereka dengan dunia perbankan, agar bisa dibantu kredit KUR dengan bunga rendah 6 persen dari BSI dan BAS.

Kadistanbun Aceh, Cut Huzaimah mengatakan, saran dan usul yang disampaikan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, pada acara pembukaan  Peda Petani dan Nelayan Aceh 2023 ini, akan menjadi perhatian pihaknya.

“Agar usaha hilirisasi sektor usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di Aceh, bisa tumbuh dan berkembang di kemudian hari,” pungkas Cut Huzaimah.

Junaidi Sekretaris KTNA Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) menyampaikan, Peda aceh dihadiri oleh 23 Kabupaten kota dengan jumlah peserta 400 orang, yang terdiri dari peserta utama petani dan nelayan, penyuluh dan pendamping.

Dalam sambutannya mewaliki KTNA Aceh dikatakan bahwa Peda Aceh mmerupakan miniature dari Penas, sehingga para peserta dapat saling menukar informasi, berbagi pengalaman serta mendapatkan ilmu yang baru melalui gelar teknologi yang juga diselenggarakan di peda Aceh.

“Di dalam Peda Aceh ini juga dibahas kesiapan Kontingen Aceh untuk hadir di Penas Petani Nelayan XVI di Kota Padang Sumatera Barat yang akan di buka tanggal 10 Juni 2023”, Kata Junaidi (*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga