Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Prediksi Ekonom IPB: Kenaikan Harga Beras Akan Berlanjut

ktnanasional.com – BOGOR. Menurut Dr. Sahara, seorang Ekonom dari IPB University, gelombang kenaikan harga beras yang kita saksikan telah dimulai beberapa bulan lalu. Faktor penurunan produksi beras domestik yang diperparah oleh krisis iklim akibat El Nino menjadi pemicu utama permasalahan ini.

“Di periode Juli hingga September 2023, produksi beras turun sekitar empat persen dibanding periode yang lalu,” sebutnya.

Dr. Sahara juga mencatat bahwa Trading Economics telah mengantisipasi inflasi pangan yang volatil di Indonesia akan mencapai tiga persen pada akhir kuartal 2023. Sementara itu, di tingkat global, kenaikan harga beras adalah hasil dari kebijakan India yang membatasi impor untuk menjaga stok beras pasca banjir.

Dua faktor ini, penurunan produksi lokal dan kenaikan harga beras internasional, bergabung menjadi penyebab kenaikan harga beras di Indonesia, yang notabene merupakan komoditas pokok dan penyumbang inflasi utama.

Dosen dari Departemen Ilmu Ekonomi IPB University ini mengemukakan bahwa salah satu langkah kunci untuk menjaga ketersediaan stok beras di dalam negeri dan menjaga stabilitas harga beras adalah melalui upaya impor yang dilakukan oleh Bulog. Ia menekankan pentingnya terus memantau ketersediaan beras, mengingat adanya persaingan ketat dalam memperoleh kuota impor beras, terutama dengan negara-negara seperti Thailand dan Vietnam.

Dr. Sahara mengungkapkan optimisme bahwa Bulog akan berhasil merealisasikan kebutuhan impor sebesar 400 ribu ton beras, mengingat Indonesia telah lama menjalin hubungan sebagai importir utama beras dari kedua negara tersebut. Kemampuan negosiasi Bulog sebagai perwakilan pemerintah dianggap sangat penting dalam menghadapi tantangan ini.

Ia juga memproyeksikan bahwa kenaikan harga beras akan berlanjut, mengingat India sedang menahan stoknya. Dr. Sahara menjelaskan bahwa hukum pasar akan berlaku, karena permintaan beras di pasar global tetap tinggi sementara ketersediaannya terbatas.

Dr. Sahara memberikan prediksi tegas bahwa kenaikan harga beras akan terus berlanjut, terutama karena India sedang menahan stok berasnya. Ia menekankan bahwa hukum pasar akan berlaku, mengingat permintaan beras di tingkat global tetap tinggi, sementara pasokan beras di pasar dunia terbatas.

Selain itu, situasi ini akan semakin diperparah oleh kondisi cuaca yang tidak menguntungkan di Indonesia, yang saat ini mengalami kekeringan. Dr. Sahara merujuk pada perkiraan BMKG tentang curah hujan yang rendah di beberapa wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang merupakan produsen beras utama. Semua faktor ini akan berdampak signifikan pada kenaikan harga beras di tanah air. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga