Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Produktivitas Pertanian Turun Karena Iklim, Dispertan Kaji Penggunaan Varietas Benih Padi di Malinau

ktnanasional – KALIMANTAN UTARA, MALINAU. Dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem di Malinau mempengaruhi produktivitas hasil pertanian terutama beras.

Berdasarkan kajian Dinas Pertanian Malinau, turunnya produktivitas hasil panen masa tanam III di Malinau juga dipengaruhi varietas benih yang digunakan.

Terutama karena perubahan iklim, kondisi cuaca ekstrem penghujung 2023 dan awal 2024 mengakibatkan sejumlah varietas gagal memberikan hasil memuaskan.

“Kami dari Dinas Pertanian tengah mengkaji ini. Ini mungkin pengaruh, terutama bibit unggul dan itu ada jenis padi tertentu. Kami berkeyakinan dia (benih) tidak tahan dengan kondisi iklim sekarang ini,” ujar Kepala Dinas Pertanian Malinau, Faridan.

Umumnya, Petani di Malinau setiap tahunnya memanfaatkan 3 musim tanam. Musim tanam 3, Periode Agustus-November setiap tahun akan memasuki musim panen pada awal tahun, sekira bulan Januari hingga Maret.

Faridan menerangkan, hasil pantauan Dinas Pertanian di 6 kecamatan penghasil gabah di Malinau, rata-rata mengalami penurunan produksi di masa tanam 3.

Sejumlah petani mengeluhkan hasil panen jauh dari menurun pada musim panen Masa tanam 3 di Malinau.

Selain sebagian terdampak banjir akhir September 2023 lalu, pengaruh cuaca panas dan curah hujan juga sangat berpengaruh.

“Dari jenis yang dipanen sekarang ini, ada beberapa yang tidak produktif. Ini kami evaluasi, dan ada yang kita pertimbangkan untuk tidak ditanam lagi karena tidak tahan cuaca,” katanya. (admin)

artikel ini telah tayang di kaltara.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga