Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Produktivitas Sapi di Banyuwangi Meningkat, Mampu Lahirkan 30 Ribu Ekor Tiap Tahun

ktnanasional.com – BANYUWANGI. Produktivitas sektor peternakan sapi di kabupaten Banyuwangi terus meningkat secara drastis sejak digalakkannya program inisiatif Sapi Manak Setahun Pisan (SMS Pisan) mulai tahun 2021 lalu.

Melalui program tersebut, populasi sapi yang terdapat di Banyuwangi mengalami peningkatan jumlah yang cukup signifikan.

Jumlah kelahiran sapi saat ini tercatat sekitar 30 ribu ekor per tahun, dari yang sebelumnya hanya berjumlah rata-rata kisaran 28 ribu ekor setiap tahunnya. Sedangkan secara keseluruhan, total populasi sapi di Banyuwangi saat ini mencapai 146 ribu ekor.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyebut program SMS Pisan ini berjalan cukup efektif dalam mengatasi permasalahan indukan sapi yang mengalami kesulitan reproduksi.

“Sapi yang sebelumnya kesulitan untuk bereproduksi, kini bahkan ada yang bisa melahirkan setahun sekali,” kata Ipuk Fiestiandani di acara Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) yang bertempat di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Dengan bertambahnya populasi sapi, lanjut Ipuk, tentunya akan meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi di kabupaten Banyuwangi.

Moh Solikin, peternak dari Kelompok Ternak Barokah Rojo Joyo, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono mengaku tingkat reproduksi sapi miliknya meningkat setelah adanya program SMS Pisan ini.

“Meski telah dikawinkan, sapi saya dulu tidak pernah bisa bunting. Setelah mendapatkan perawatan dari program ini, Alhamdulillah sekarang sudah berhasil menghasilkan keturunan hingga 2 kali,” ujar Solikin saat ditemui Banyuwangi.viva.co.id, Rabu, 4 Oktober 2023.

Ia menambahkan, sebelum mendapatkan perawatan dari program SMS Pisan, sapi miliknya telah dikawinkan hingga 11 kali. Sayangnya, hingga sapi berusia 5 tahun belum juga berhasil mendapatkan keturunan.

Di sisi lain, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan, Nanang Sugiharto menjelaskan, program ini dilaksanakan melalui pendampingan tim Dinas Pertanian dan Pangan terhadap peternak yang sapi-sapinya bermasalah dalam reproduksi.

Hal tersebut dilakukan dengan pemberian sejumlah treatment secara gratis untuk sapi yang mengalami masalah bereproduksi.

“Pemberian treatment ini seperti suntik hormonal, pemberian vitamin dan obat-obatan, mineral dan treatment lainnya secara gratis,” tutur Nanang Sugiharto.

Selain pemberian treatment gratis, tim dari Dispertan juga akan melakukan USG untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi sapi.

Program SMS Pisan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sapi melalui treatment khusus kepada indukan sapi yang bermasalah sehingga mampu bereproduksi secara maksimal, yaitu setahun sekali.

Tiap tahunnya, Dispertan memberikan jatah treatment gratis untuk total 1000 sapi indukan yang bermasalah di Banyuwangi.

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga