Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Program Tersapu Jagat Bikin Kelompok Tani Lamongan Bersinar

ktnanasional – JAWA TIMUR, LAMONGAN. Program Ternak Sapi Usaha Jagung Meningkat (Tersapu Jagat) dari Dinas Peternakan Lamongan membawa dampak besar bagi masyarakat. Salah satunya Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki yang kini makin bersinar usai mendapat pendampingan dari Tersapu Jagat.

Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki ini berawal dari peternakan sapi tradisional. Kini kelompok tani yang berada di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Lamongan ini telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran tani ternak terintegrasi. Program yang digagas sejak 2018 ini sudah menjadi sebuah smart ecosystem agribisnis.

Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki memang kerap mendapat penghargaan atas jerih payah mereka. Penghargaan ini datang dari Gubernur Jatim hingga Kementerian.

Tahun ini, mereka kembali mendapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebagai lembaga masyarakat yang aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Tahun lalu, kelompok tani ternak ini juga menjadi juara 1 Lomba Penilaian Manajemen Kelompok Agribisnis Peternakan Kategori Komoditas Sapi Potong Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Koperasi ini sebenarnya adalah pengembangan, sebelumnya adalah usaha kelompok yang kemudian bergabung menjadi koperasi,” kata ketua Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki, Tomi Distianto saat berbincang dengan detikJatim, Kamis (23/11/2023).

Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi atau disingkat Literasi merupakan pusat pembelajaran tani ternak terintegrasi yang dikelola Koperasi Produsen Tani Ternak Literasi Sumbersari. Melalui program ini, Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki yang menjadi pengelola Literasi berhasil berhasil meraih Juara I dalam Lomba Manajemen Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2022.

“Kami senantiasa berupaya memberikan nutrisi dan perawatan terbaik untuk setiap ternak, sehingga menghasilkan produk ternak yang berkualitas tinggi dan sehat. Kami juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan berkomitmen untuk menggunakan praktik yang ramah lingkungan dalam operasi kami,” ujarnya.

Program yang digagas mulai tahun 2018 ini, kini sudah menjadi sebuah smart ecosystem agribisnis. Di awal pendampingan, salah satu BUMN memberikan solusi pengelolaan limbah pertanian menjadi pakan fermentasi atau silase.

Kegiatan Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki Lamongan Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim

“Ini merupakan jawaban untuk mengatasi masalah pembakaran limbah pertanian yang berdampak buruk bagi lingkungan,” jelasnya.

Saat ini, kelompok tani ternak ini telah mampu mengolah limbah pertanian sebanyak 60 ton per tahun menjadi silase. Di mana hasilnnya tidak hanya dimanfaatkan untuk ternak milik kelompok, tetapi juga dijual ke beberapa peternak sapi di wilayah Lamongan.

Kemudian, pengembangan mulai dilakukan pada tahun 2019 hingga 2020, di mana anggota kelompok mulai memanfaatkan limbah ternak yang selama ini menjadi momok lingkungan, menjadi media tanam.

“Kelompok ini sekarang memiliki merk dagang Literasi yang sudah dipatenkan untuk media tanam hasil produksinya,” ungkapnya.

Kini, kelompok tani ini sudah mampu mengolah limbah peternakan sebanyak 504 ton per tahun. Produknya sudah dipasarkan di Lamongan, Jombang, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Malang dan Tuban.

Media tanam “Literasi” juga diaplikasikan pada kebun percobaan yang memanfaatkan lahan tidur di sekitar kandang. Kebun ini ditanami berbagai tanaman hortikultura dan tanaman toga, seperti tomat, cabai, kunyit dan lain sebagainya.

“Selain menjadi media tanam, limbah kotoran sapi juga diolah menjadi biogas sebagai bahan bakar kompor dan lampu untuk aktivitas operasional di kandang,” tambahnya.

Kegiatan Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki Lamongan Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim

Lebih jauh, Tomi mengungkapkan, Residu biogas cair kemudian dimanfaatkan menjadi akuakultur dan residu padat menjadi media budidaya cacing yang juga bernilai ekonomi, sehingga tidak menyisakan limbah yang terbuang sia-sia atau zero waste.

“Unit usaha utama adalah produsen pupuk organik Literasi, adapun usaha pendukungnya adalah adalah usaha budidaya ternak sapi, pakan ternak, katering dan perdagangan eceran barang dan obat farmasi untuk hewan ternak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Lamongan Sugeng Widodo mengungkapkan, ide Bank Literasi yang merupakan akronim dari Penampungan Limbah Ternak Sumbersari ini merupakan salah satu realisasi yang dilahirkan oleh Kelompok Tani Ternak Sumber Rejeki. Bank Literasi ini sebagai respons dari program Tersapu Jagat dari Dinas Peternakan Lamongan.

“Peternak sapi di Desa Sumbersari bisa mengembangkan pengolahan pupuk organik agar bisa meningkatkan produktivitas kegiatan peternak melalui Bank Literasi ini,” paparnya. (admin)

artikel ini telah tayang di detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga