Sabtu, 20 April, 2024

Artikel Terbaru

Puluhan Tahun Tidak Bisa Digarap, Petani Tungkaran Bersihkan Sungai Yang Merupakan Aliran Air Buangan Dari Tambak Ikan

ktnanasional.com – BANJAR,KALSEL, Agar air yang mengalir di daerah pertanian di desa mereka lancar, “Kelompok Tani Tungkaran Bangkit” melakukan gotong royong pembersihan aliran sungai dari rumput dan sampah. Pembersihan tersebut juga dibantu warga lainnya. Sudah dilakukan 2 hari pembersihan dan akan terus dilanjutkan.

Pembersihan aliran sungai yang ada di sekitar pertanian mereka mengalami sumbatan dari rumput yang cukup tebal karena lama tidak dilakukan pembersihan juga sampah, sehingga aliran air tidak lancar, alhasil lahan pertanian mereka belum bisa ditanami karena cukup dalam. Apalagi buangan air dari kolam pembudidaya ikan juga tidak berhenti.

Adapun aliran sungai daerah mereka merupakan buangan air dari sungai beriman yang bermuara ke sungai Paman Birin yang berada di Kecamatan Martapura Barat. Adapun air tersebut buangan dari tambak daerah Mentaos, Sungai Sipai dan Tungkaran yang airnya diambil oleh petani tambak dari saluran irigasi.

Seperti yang disampaikan salah satu warga, Abdussyahid, bahwa pertanian di desa mereka banyak yang tidak produktif lagi, hanya ada sebagian yang masih bisa digunakan untuk bertani dan itupun daerah yang berada diatas atau dekat dengan permukiman.

 

“Para petani berusaha untuk agar lahan mereka bisa kembali digunakan untuk bertani, karena sudah puluhan tahun ini tidak menghasilkan karena kondisi air yang tidak bisa diatur karena debit air selalu tinggi kalau tidak musim kemarau,” ungkapnya.

Kondisi air yang selalu tinggi walau kondisi tidak musim kemarau. Syahid menjelaskan bahwa aliran sungai yang ada di lahan pertanian mereka yang saat ini merupakan saluran pembuangan air dari tambak yang ada di beberapa daerah seperti Banjarbaru dan Martapura.

“Kita melakukan pembersihan sudah beberapa kali, yakni pada tanggal 2 Juli 2023 dan pada tanggal 9 Juli 2023 beberapa hari yang lalu dan pembersihan ini juga akan diteruskan sampai mendapatkan hasil maksimal dan air tidak tinggi lagi di lahan pertanian,” tuturnya.

Syahid juga mengatakan bahwa tujuan pembersihan sungai ini untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang mati dan juga berupaya agar bisa membangkitkan Kembali pertanian di desa Tungkaran Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

“Menghidupkan daerah pertanian di desa Tungkaran juga untuk mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Anggota Kelompok Tani juga berharap terkait pertanian di daerah mereka mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Banjar dan juga finas terkait dalam upaya membangkitkan kembali pertanian di Desa Tungkaran.

Ketua Kelompok Tani Tungkaran Bangkit, Syaifullah mengungkapkan bahwa kegiatan mereka ini sdh didukung oleh Ketua RT 002 dan Ketua RT 003, BPD Desa Tungkaran, Pemerintah Desa Tungkaran dan PPL Kecamatan Martapura.

“Kita sudah mendapat dukungan, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten melalui petugas penyuluh pertanian. Dan kita berharap ada upaya dari pemerintah kabupaten maupun provinsi bahkan pemerintah pusat untuk membantu menghidupkan pertanian di desa kami,” ungkapnya. (redaksi8.com)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga