Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Pupuk Indonesia Jamin Stok di Sragen Aman, Distributor Nakal akan Ditindak

ktnanasional.com – JATENG Sragen.  Menghadapi MT II tahun ini terutama di kabupaten Sragen, PT Pupuk Indonesia (PI) menjamin stok pupuk di Kabupaten Sragen aman. Mereka juga tidak segan-segan memberi sanksi tegas bila terbukti ada distributor dan Kios Penyalur Pupuk Lengkap (KPL) yang nakal dalam distribusi pupuk bersubsidi.

Dalam mengawasi peredaran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia berkoordinasi dengan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) tingkat kabupaten dan provinsi.

Penjelasan itu diungkapkan Vice President Penjualan Wilayah 3B (Jateng & DIY) PT Pupuk Indonesia, Antonius Yudhi Kristyanto, saat berbincang dengan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan sejumlah dinas, Kamis (30/3/2023) malam. Koordinasi Pupuk Indonesia bersama stakeholders tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di Sragen saat memasuki MT II.

Yudhi menjelaskan realiasasi penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea di Sragen hingga Maret sudah mencapai 9.136 ton. Sementara untuk pupuk NPK mencapai 5.710 ton.

Distribusi urea dari distributor ke KPL sampai Maret mencapai 9.048 ton dan untuk distribusi KPL ke petani sebanyak 6.354 ton. Sedangkan distribusi pupuk NPK Phonska dari distributor ke KPL sebanyak 5.751 ton dan dari KPL ke petani baru 3.474 ton.

“Kami pastikan stok aman guna mendukung dan memenuhi kebutuhan petani penerima pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Yudhi mengatakan pihaknya terbuka jika ada informasi tentang kios atau distributor pupuk yang nakal. Kalau memang terbukti melanggar, ia tidak segan-segan mengevaluasi lebih lanjut kerja sama dengan distributor tersebut. “Bisa saja kami hentikan kerja samanya atau kami kurangi wilayah distribusinya,” jelas Yudhi.

Pupuk Indonesia selalu melakukan penilaian kinerja distributor. Bagi distributor yang memiliki kinerja buruk akan mendapatkan peringatan hingga pemutusan kerja sama. Pada 2022, sebut Yudhi, ada satu distributor di wilayah Kedawung, Sragen, yang dihentikan kerja samanya karena terbukti melakukan pelanggaran distribusi pupuk bersubsidi.

Mengingat masih ada saja KPL atau oknum yang melanggar aturan, pupuk subsidi yang seharusnya disalurkan secara tertutup, tetapi pada kenyataannya di perjual belikan. Seperti yang telah digagalkan penjualan pupuk subsidi oleh Polres Karanganyar pada 5 Maret 2023 lalu. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti (BB) 74 sak pupuk jenis Ponska serta 21 sak pupuk Urea. Masing-masing seberat 50 kilogram (kg). Pupuk ini diangkut menggunakan mobil pikap. Saat hendak transaksi di Kebakkramat. (solopos.com 05/03/23)

Ketua KTNA Sragen, Suratno menyampaikan agar pihak yang berwenang memberi sanksi tegas menurut hukum yang berlaku kepada mereka baik distributor atau KPL yang memperjualbelikan pupuk subsidi, yang jelas jelas menjadi hak petani penerima, sesuai dengan alokasi nya.

Ketua KTNA Sragen, Suratno, menyampaikan ada dua masalah yang dihadapi petani. Di hulu, masalahnya adalah ketersediaan pupuk bersubsidi. Sementara di hilir dibeberapa wilayah harga gabah kering panen (GKP) yang belum menguntungkan petani.

Suratno ingin memastikan ketersediaan pupuk di Sragen, karena alokasi pupuk untuk petani dibatasi. Suratno juga mendapat laporan bahwa pemanfaatan Kartu Tani yang belum efektif. (*)

Sebagian artikel telah terbit di  solopos.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga