Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Pupuk Subsidi Terbatas, Pupuk Indonesia Diskon Harga Pupuk Non Subsidi

ktnanasional – JAWA BARAT, TASIKMALAYA. Kesulitan petani untuk mendapatkan pupuk murah bersubsidi masih menjadi persoalan klasik yang nyaris terjadi setiap musim tanam di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kuota pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah disinyalir masih kurang ketimbang kebutuhan petani.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tasikmalaya, Sambas Abdul Farid mengatakan salah satu penyebab pasokan pupuk bersubsidi kerap dianggap kurang, adalah masih banyaknya petani yang tidak bergabung ke dalam kelompok tani.

Sehingga mereka tidak masuk ke dalam data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK), imbasnya mereka dianggap tak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Ya sering kita dengar katanya pupuk langka, rupanya mereka petani yang tidak gabung kelompok. Jadi masih banyak petani yang tidak mau gabung kelompok, karena memang dulu untuk mendapatkan pupuk itu mudah. Tapi sekarang kan sistemnya beda. Petani yang sudah masuk RDKK mayoritas aman, mereka dapat pupuk subsidi,” kata Sambas di acara gebyar diskon pupuk di gudang Pupuk Indonesia Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Kamis (25/1/2024).

Dia mengimbau agar petani yang merasa memenuhi syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, proa aktif bergabung ke kelompok sehingga bisa mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah.

“Nah sekarang memang mulai banyak yang menyadari sehingga aktif bergabung ke kelompok,” kata Sambas didampingi Ketua KTNA Kota Tasikmalaya Mumu.

Hal lain yang menyebabkan pasokan pupuk subsidi tersendat adalah masalah kondisi geografis yang relatif sulit dijangkau serta pola tanam petani Tasik yang tidak serentak.

“Masa tanam yang tidak seragam juga itu jadi kendala, kemudian medan yang dilalui untuk distribusi juga berpengaruh. Yang di pelosok-pelosok itu kan sulit menjangkau, sehingga pupuk subsidinya diserobot orang lain, padahal kan itu tidak boleh,” kata Sambas.

Sambas juga mengatakan pupuk bersubsidi yang didapatkan petani sangat menguntungkan, harganya jauh lebih murah. Untuk pupuk urea misalnya, harga subsidi Rp 2.250 per kilogram sementara jika non subsidi harganya mencapai Rp 7 ribu.

“Tapi prinsipnya petani itu harapannya ketika butuh pupuk, ada. Itu saja harapan kami,” kata Sambas.

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kujang, Robert Sarjaka mengakui bahwa pasokan atau kuota pupuk bersubsidi terbatas. Sehingga tak semua petani bisa mendapatkannya. Untuk menyiasatinya, pihak produsen pupuk milik negara itu memberikan diskon besar-besaran harga pupuk non subsidi di masa tanam pertama tahun 2024 ini.

“Pemerintah melalui Pupuk Indonesia, memastikan ketersediaan pupuk di seluruh Indonesia, baik itu pupuk bersubsidi maupun non subsidi. Pemerintah membantu memperoleh pupuk dengan mudah guna mendukung program percepatan musim tanam pada awal tahun 2024,” kata Robert.

Dalam upaya menjaga ketersediaan pupuk, Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari sampai dengan Februari 2024, salah satunya di Gudang Lini 3 Pupuk Indonesia di Cibeureum, Tasikmalaya, Kamis (25/1/2024).

“Selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti,” kata Robert.

Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, di berbagai kota selama bulan Januari hingga Februari 2024. Rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk di musim tanam ini.

Robert mengatakan pemerintah memiliki keberpihakan tinggi terhadap petani, salah satunya melalui program subsidi pupuk yang setiap tahunnya dialokasikan sekitar Rp 25 triliun disiapkan Pemerintah untuk membantu petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau.

Pada tahun 2024, Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun agar semakin banyak petani yang mendapat pupuk bersubsidi.

Tidak sampai di situ, Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

Pemerintah juga senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi, antara lain dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian.

Hingga tanggal 31 Desember 2023 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.744.302 ton atau setara 236 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah. Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.215.280 ton dan pupuk non-subsidi sebesar 529.022 ton.

“Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa kita tuai bersama saat panen bulan April nanti,” tutup Robert.

Potongan harga atau diskon yang diberikan pada acara itu juga cukup besar, kisaran 40 persen. Satu paket pupuk yang terdiri dari satu karung jenis urea dan satu karung jenis NPK yang normalnya dijual lebih dari Rp 400 ribu, di acara gebyar diskon ini bisa ditebus sekitar Rp 200 ribuan.

“Lumayan lebih murah, saya beli satu paket. Sawahnya juga kecil,” kata Didi (50) petani warga Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya.

Dia mengaku selama ini tidak pernah kebagian pupuk bersubsidi, karena diakuinya tidak masuk di kelompok tani.

“Belum pernah dapat pupuk subsidi, saya beli yang non subsidi saja. Sawahnya kecil dan saya pun kurang aktif di kelompok-kelompok, lagi pula kelompoknya kurang aktif,” kata Didi.

Dia mengaku merasa terbantu dengan diskon ini, dan berharap program serupa selalu ada di setiap musim tanam.

“Kalau bisa setiap musim tanam ada diskon begini, lumayan. Ada hadian undiannya juga,” kata Didi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Tatang Wahyudin dan Kepala Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya Adang Mulyana, berharap program diskon pupuk non subsidi ini bisa diperluas dan menjangkau wilayah-wilayah pelosok Tasikmalaya.

“Harapan kami program diskon ini jangan hanya di gudang, namun harus menjangkau juga wilayah-wilayah pelosok. Kalau bisa di setiap kecamatan ada program seperti ini, sehingga petani yang tak dapat pupuk subsidi bisa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang lebih murah,” kata Adang. (admin)

artikel ini telah tayang di tintahputih.net

1 KOMENTAR

  1. Untuk wilayah pantura mohon pelayanan per orang 4 zak kemasan 25 kg, spy bisa membantu petani yg mengalami kekurangan pupuk

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga