Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Pusaka Bhagasasi, Padi Lokal Unggul dari Pinggir Ibukota Negara

ktnanasional.com – BEKASI. Siapa sangka Kabupaten Bekasi yang menjadi salah satu bagian dari Kota Metropolitan Jabodetabek mempunyai potensi plasma nutfah padi. Di salah satu wilayah, tepatnya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kedung Waringin terdapat varietas padi lokal unggul Pusaka Bagasasi. Varietas ini telah didaftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Perijinan Pertanian (PVT-PP).

Mendengar nama Bekasi, mungkin sebagian orang akan terlintas sebagai kabupaten/kota industri penyangga ibukota Negara, DKI Jakarta. Namun di balik itu semua, ternyata Kabupaten Bekasi memiliki berbagai varietas unggul pertanian yang belum tergarap optimal.  Data Badan Pertanahan Nasional (BPN), luas lahan pertanian di Kabupaten Bekasi sebesar 57 ribu hektar (ha) yang berpotensi menghasilkan pangan.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum, SP. MS,  ada beberapa potensi pertanian di wilayahnya. Saat ini yang sudah terdaftar di PPVTPP adalah Lengkuas Setu. Kini pihaknya sudah mendaftarkan varietas padi Pusaka Bagasasi yang awalnya dikembangkan petani di Desa Mekar Jaya, Kedung Waringin bernama Untung.

”Banyak komoditas unggul lokal yang dulu terkenal, tapi sekarang mulai punah. Karena itu kami terdorong untuk melestarikan bekerjasama  dengan Balitbang Daerah. Pemerintah daerah berusaha melestarikan sumber genetik varietas lokal unggul tersebut agar tidak punah,” kata Nayu kepada Tabloid Sinar Tani dan tim PPVTPP, di Kantor Dinas Pertanian, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/7).

Khusus untuk komoditas padi, Nayu mengungkapkan, varietas unggul Pusaka Bhagasasi oleh petani sebelumnya dinamakan varietas Manohara. Setelah melalui penggalian dan pengkajian Balitbang Daerah, varietas padi tersebut diajukan ke Bupati Bekasi yang kemudian mengusulkan nama Pusaka Bagasasi.

Nama Pusaka Bagasasi sendiri dari singkatan Penemuan Untung Kabupaten Bekasi. Nama tersebut diambil dari nama petani dan peneliti varietas padi yang bernama Untung. Bhagasasi sendiri adalah nama asli wilayah Bekasi. Ke depan UPTD Balai Benih yang berada di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi akan difokuskan untuk pengembangan varietas unggul lokasi, seperi Padi Pusaka Bhagasasi.

Kepala Sub Produk Tanaman Pangan, Dinas Pertanian, Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, SP menambahkan, dengan didaftarkan varietas padi Pusaka Bhagasasi yang sebelumnya bernama Manohara itu bisa menjadi ikon produk tanaman pangan Kabupaten Bekasi. Adanya varietas unggul lokal  itu, Dodo juga berharap, nantinya kebutuhan benih petani bisa berasal dari Kabupaten Bekasi sendiri (insitu).

Hitungannya, dengan luas sawah mencapai 57 ribu ha, diperlukan benih padi sebanyak 200 ribu ton per tahun. Saat ini rata-rata IP 200 atau dua kali tanam setahun, meski ada juga yang IP300.  “Dengan calon benih yang sudah ada nanti bisa kita produksi benih lebih banyak, sehingga digunakan lebih luas. Saat ini sebaran pertanaman belum merata, baru ada tiga kecamatan, karena ketersediaan benih masih sangat terbatas,” tuturnya.

Kepala UPTD Balai Benih Kabupaten Bekasi, Rohman Badruzaman mengatakan, dari hasil penelitian Balitbang Daerah ada beberapa keunggulan padi lokal varietas. Diantaranya, adaptif terhadap kondisi lingkungan, tahan terhadap hama blast, rasa nasi pulen dengan tingkat amilose mencapai 11 persen, umur tanaman 110=115 hari dengan umur persemaian 18 hari.

Kelebihan lain, tinggi tanaman 136 cm dan tahan rebah dibandingkan Inpari. Produktivitas juga cukup tinggi mencapai 7,383 ton/ha. Namun demikain,  Rohman mengakui, varietas Pusaka Bhagasasi, tidak tahan hama wereng batang cekelat, tapi jika terserang wereng tidak separah varietas lain. ”Dengan kelebihan itu, kami akan tingkatkan produksi benih bekerjasama dengan petani penangkar,” katanya (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga