Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Puskopti Jateng Siap Beli Kedelai Lokal dari Petani Grobogan

ktnanasional – JAWA TENGAH, SALATIGA. Pusat Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Puskopti) Jateng siap membeli kedelai lokal yang ditanam petani di Indonesia.

Tahap awal ini Puskopti siap melakukan kerja sama untuk membeli kedelai yang ditanam petani di Grobogan.

Kerjasama pembelian itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Puskopti dan Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Kantor Puskopti di Salatiga, Senin (11/12).

Acara dihadiri Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng NR , Ketua KTNA Jateng Ahmad Sofyan, Kabid Kelembagaan pada Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Dessy Ariyani, Direktur Bank Mandiri Jateng DIY Ariyawan Sutanto, Perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Direktur Hotel Laras Asri Bambang Kiswanto, dan para perwakilan petani dan perajin tahu di Jateng.

Bersama dengan itu dilakukan penandatanganan MoU antara Puskopti dan Bank Mandiri dan antara Puskopti dengan Hotel laras Asri Salatiga.

Ketua Puskopti Jateng Sutrisno Supriantoro mengatakan, MoU dengan KTNA ini, di antaranya berisikan, Kopti siap menyerap atau membeli kedelai yang ditanam petani di Indonesia di Jateng.

Sejauh ini di Grobogan ada sejumlah petani yang menanam kedelai di lahan seluas 10 hektar.

Karenanya, Kopti siap menampung hasil dari panen kedelai petani ini.

“Sejauh ini kebutuhan kedelai di Indonesia sekitar 90 persen impor. Karenanya Puskopti mendorong para petani kedelai lokal untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Puskopti siap membeli kedelai lokal,” katanya di sela-sela acara.

Menurut Sutrisno, pembelian kedelai lokal ini untuk membudayakan masyarakat perajin tempe dan tahu menggunakan kedelai lokal.

Sebab secara kualitas, kedelai lokal lebih baik terutama untuk pembuatan tahu.

Sebab kedelai lokal memiliki sari dan protein yang cocok untuk pembuatan tahu. Begitu juga rasa tahu lebih guruh dan enak. Namun sayangnya, tidak banyak kedelai yang ditanan dari Indonesia.

“Semoga kerjasama ini menjadi percontohan untuk merangsang para petani di Indonesia menanam kedelai. Namun kami menyampaikan kepada KTNA untuk memenuhi standar kualitas itu seperti kebersihan, kadar air, harga yang sesuai, dan sebagainya. Intinya kami siap membeli kedelai lokal,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Sutrisno, sentra kedelai lokal ada di Grobogan, Sragen, dan Pati.

Realisasi pembelian kedelai lokal ini diperkirakan pada Mei tahun 2024 karena saat ini baru tahap penanam petani.

Ada pun MoU dengan Bank Mandiri, Surisno menyebut, perbankan tersebut siap membiayai untuk revitalisasi pabrik-pabrik tahu di jateng agar tidak kumuh.

Sehingga produksi tahu dan tempe yang dihasilkan lebih bersih higienis.

Sedangkan kerjasama dengan Hotel Laras Asri, bahwa produk tahu tempe dari para perajin yang tergabung dalam Kopti bisa dijual ke hotel berbintang itu. Sebab produksi tahu dari Primkopti Salatiga sekarang sudah higienis dan layak masuk ke hotel berbintang.

Selain produk utama tahu tan tempe, perlu ada varian lain dari kedelai yang akan dijual untuk pengujung hotel tersebut.

Ketua KTNA Jateng Ahmad Sofyan menyambut baik kerjasama ini. Sebab program pokok pemerintah pusat sekarang adalah percepatan produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Tentang kualitas kedelai lokal. petani Grobogan siap untuk memenuhinya.

“Saya berharap ada jaminan harga. Jika Grobogan berhasil , tentu akan diikuti petani lain di Jateng bahkan di Indonesia. Dengan kerja sama ini, para petani akan dipacu untuk meningaktkan produksinya,” katanya. (admin)

artikel ini telah tayang di suaramerdeka.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga