Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Putaran Uang Hasil Perkebunan Mete di Kabupaten Kupang Miliaran Rupiah per Tahun

ktnanasional.com – KUPANG. Komoditas mete menjadi satu komoditas unggulan di Kabupaten Kupang dimana setiap tahun di saat musim panen perputaran uang di tangan petani mencapai miliaran rupiah.

Dari data yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang saat ini ada 2164 hektar lahan mete yang diolah petani di seluruh wilayah Kabupaten Kupang.

 

Berbagai upaya telah mereka lakukan dalam meningkatkan hasil produksi mete yang cukup melimpah di Kabupaten Kupang dalam mendukung revoluis 5P Pemkab Kupang.

“Revolusi perkebunan menjadi komoditi ekspor yang bagus di kembangkan di Kabupaten Kupang,” ujarnya

Intervensi yang mereka lakukan yakni melakukan peremajaan tanaman yang sudah tua serta melakukan pengendalian hama dan penyakit, serta melakukan pembekalan bagi petugas lapangan yang mendampingi petani baik menhuruh tanaman hingga mengolah hasilnya.

Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Yohanis Hadjo Wele mengungkapkan luas lahan perkebunan mete di Kabupaten Kupang mencapai 2164 hektar.

Dengan rincian terbanyak ada di Kecamatan Amarasi yang mencapai 1180 hektar, disusul kecamatan Fatuleu 380 hektar, lalu kecamatan Nekamese dan Sulamu masing-masing 80 hektar, dan Kecamatan Taebenu 50 hektar.

“Ada spot-spot kecil di beberapa kecamatan lain seperti amfoang dan Amabi Oefeto dan beberapa kecamatan lain,” ujarnya

Melihat luas lahan yang besar tersebut dirinya mengungkapkan produktifitas per pohon mete mulai dari 4-5 kg gelondongan per musim panen dan produktifitasnya bisa mencapai 1 hingga 2 ton per hektar.

Bila diasumsikan harga jual biji mete mentah berkisar 4000 hingga 7000 rupiah per kg dan bila mengambil rata-rata 1 hektar menghasilkan 1,5 ton maka hasil perputaran uang satu musim panen bisa mencapai belasan miliar rupiah bila harga jual sedang turun.

Namun bila harga sedang baik maka perputaran uang di tangan petani lebih tinggi apalagi ada kelompok petani yang dalat mengolah biji mete tersebut.

“Yang kita lakukan yakni upaya pendampaingan ke kelompok agar bisa  meningkatkan pendapatan, kita juga ikut pantau tanaman kalau tidak produktif kita minta petani lakukan pemangkasan dan peremajaan, dan kita juga lakukan pengembangan,” jelasnya. (admin)

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga