Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Ratusan nelayan Surabaya Upacara HUT Kemerdekaan RI di tengah laut

ktnanasional.com – JAWA TIMUR, SURABAYA. Perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-78 di Surabaya kian semarak. Hal ini karena ratus nelayan menggelar upacara bendera di tengah laut.

Aksi para nelayan ini pun menjadi pusat perhatian masyarakat. Ratusan warga tampak antusias menyaksikan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di tengah laut yang pertama kali digelar di Surabaya ini.

Kemeriahan itu diawali apel di Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran, kemudian dilanjutkan dengan upacara bendera di lepas pantai.

Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am Ketua Badan Kebudayaan Nasional (BKN) DPC PDI Perjuangan Surabaya mengatakan, upacara di tengah laut ini terselenggara atas gotong-royong dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya nelayan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk semangat nasionalisme dan cinta tanah air para nelayan di pesisir Surabaya.

“Jadi kita punya kurang lebih 13 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan teman teman nelayan. Kurang lebih jumlah anggotanya hampir 600 orang nelayan,” kata Ghoni usai upacara bendera, Rabu (16/08/2023).

Ghoni menyebutkan, jumlah perahu untuk melengkapi perayaan kemerdekaan Indonesia ke-78, sebanyak 78 unit perahu yang siapkan dengan memasang bendera merah putih. Ratusan nelayan itu antusias melaksanakan upacara.

Kata Ghoni, para nelayan sangat antusias menyambut upacara di laut tersebut. Ini merupakan bukti menunjukkan kekompakan kesolidan dalam menjaga persatuan yang lebih baik.

“Kadang terkejut, terkagum, kaget, dan baru kali ini kita laksanakan. Walaupun ada sedikit ketidaksempurnaan, tadi kita lihat mereka belajar baris berbaris,” ungkap Sekretaris Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Surabaya itu.

Lebih lanjut Ghoni menyampaikan, melalui upacara kemerdekaan RI ini membawa harapan ratusan para nelayan untuk pemerintah agar lebih mensejahterakan perekonomian untuk kehidupan para nelayan. Oleh karena itu, demi membawa aspirasi dua ribu nelayan yang menginginkan pengetahuan melalui pendidikan.

“Rata-rata mereka (nelayan) lulusan SD, SMP sedikit, SMA pun sedikit, mereka harus kejar paket penyetaraan. Apalagi mereka masih mencari ikan masih menggunakan teknologi tradisional,” ujarnya.

Ratusan nelayan upacara menggunakan 78 perahu di Kenjeran Foto: Esti Widiyana/detikJatim

Ghoni yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya ini mengaku telah mendorong ratusan nelayan untuk melakukan penyetaraan pendidikan. Dengan upaya itu, pihaknya berharap para nelayan bisa mengembangkan kemampuan mencari ikan dengan teknik terbaru.

“Karena selama ini rata-rata nelayan masih menggunakan metode lama untuk mencari ikan,” tegasnya.

Sementara itu, Samsul Arifin (40) seorang nelayan nampak senang dan sangat antusias mengikuti upacara. Sebab dirinya telah lama tidak mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI.

“Jujur ya senang mas, takjub. Temen-temen nelayan bisa kompak gini mengikuti upacara. Apalagi saya sudah lama tidak upacara mas,” ucapnya.

Meski sudah lama menjadi nelayan Samsul baru tahu upacara bisa dilakukan di tengah laut. Dia pun mengaku bangga dengan apa yang baru saja dilakukan.

“Ya setahu saya sejak sekolah, upacara ya di darat ternyata bisa di laut. Saya bangga, jadi pengalaman tidak terlupakan. Kalau tahun depan diajak lagi mau sekali,” kata Samsul. (admin)

Artikel telah tayang di lensaindonesia.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga