Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Ratusan Peserta Hadiri Pelatihan Pengolahan Lahan Pertanian Berbasis Pupuk Organik di Kecamatan Sukorejo

ktnanasional.com – KENDAL,  Yayasan Nurul Ummah Kendal memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dalam “Pelatihan Pengolahan Lahan Pertanian Berbasis Pupuk Organik”, yang diselenggarakan bertempat di Aula Yayasan Nurul Ummah, desa Tamping Winarno, Kecamatan Sukorejo pada Minggu (30/07).

Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta dari kelompok tani yang berada di Kecamatan Sukorejo dan sekitarnya.

Dengan menghadirkan 2 narasumber yang ahli dibidangnya yakni Bapak Arif Hidayat, SE dan Bapak Hari Susanto.

Bapak Arif Hidayat menyampaikan materi terkait dengan, “Membangun Pertanian Berkelanjutan (Sustainable Farming)”, beliau menerangkan bahwa ternak dan petani bisa menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk keseimbangan.

“Ternak dan petani bisa menjadi satu kesatuan. Hasil sisa limbah pertanian bisa menjadi pakan ternak. Sehingga siklus pertanian tidak akan terhenti. Bahkan di jaman dulu, orang yang memiliki ternak disebut sebagai “rojokoyo” artinya orang yang punya ternak mempunyai investasi besar. Kembali ke kearifan lokal, bahwa siklus alam akan berjalan dengan baik”, terang Arif.

Bapak Hari Susanto, narasumber pelatihan pembuatan pupuk organik (Dok. Afif Hidayatullah )

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitan dan kemampuan petani dalam meningkatkan hasil pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik sehingga mampu meningkatkan pendapatan para petani menjadi lebih baik.

Bapak Hari Susanto juga memberikan edukasi kepada para petani terkait keunggulan pupuk organik dan cara membuatnya dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar.

“Selama ini petani masih menggunakan pupuk kimia dalam budidaya tanaman, selain mahal juga tidak ramah lingkungan, sementara limbah tanaman seperti jerami, sekam padi, rumput-rumputan dan kotoran ternak cukup banyak tersedia namun tidak dimanfaatkan”, jelas Pak Hari.

Beliau juga menambahkan dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar akan lebih menghemat biaya yang dikeluarkan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan bahan-bahan atau limbah yang selama ini terbuang percuma untuk menjadi pupuk organik, sehingga petani tidak perlu lagi membeli pupuk kimia”, tambahnya.

Dengan adanya pupuk organik diharapkan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan (Dok. Afif Hidayatullah )

Dalam pelatihan ini peserta diberikan buku panduan pembuatan pupuk organik dan sebagai rangsangan peserta juga diberikan pupuk organik secara gratis oleh panitia.

Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Pak Samsudin, salah satu peserta yang hadir mengatakan sangat bersyukur bisa ikut pelatihan pengolahan pupuk organik.

“Materi yang saya pelajari hari ini sangat menyentuh langsung kebutuhan petani pada umumnya, karena dipraktikkan dengan cara yang mudah serta memiliki manfaat yang tinggi dalam mengurangi biaya produksi pertanian”, ungkapnya.

Peserta juga aktif melakukan interaksi tanya jawab dengan para Narasumber. Sehingga diharapkan dengan adanya pelatihan ini bisa membawa dampak baik serta kebermanfaatan bagi masyarakat, terutama Kelompok Tani. (admin)

Artikel telah tayang di liputankendalterkini.com

 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga