Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Respons Pernyataan Presiden Jokowi, Ini Tanggapan Ketua KTNA Minut Arly Dondokambey Soal Wacana Stop Ekspor Kelapa

ktnanasional.com – MINAHASA UTARA. Baru-baru ini Presiden, Ir. Joko Widodo, memberi isyarat bakal mengunci keran ekspor beberapa komoditi, yang mana salah satu di antaranya ialah kelapa. Menurut orang nomor 1 di NKRI ini, sasaran dari wacana ini ialah hilirisasi setiap komoditi yang ada.

Nah, menyikapi hal ini, Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Arly Dondokambey, menyambut baik.

“Memang setiap kebijakan yang diambil ada plus dan minus, tinggal dari kita saja yang lihat apakah plus-nya lebih banyak dibanding minus, atau sebaliknya,” kata Dondokambey membuka percakapan, Jumat (18/8/2023) sore.

Lanjutnya, soal wacana stop ekspor kelapa, menurutnya ini bisa jadi kabar baik bagi petani jika kemudian semua pihak terkait dalam negeri sudah siap.

“Karena kalau tidak siap, maka sudah pasti akan terjadi penumpukan komoditi (kelapa). Dan kalau ini terjadi, bisa dipastikan harganya pun akan turun,” ujarnya.

Oleh karena itu, sebelum wacana ini diterapkan menjadi sebuah kebijakan, ia meminta agar pemerintah memastikan terlebih dahulu semua infrastruktur pendukung apakah sudah siap atau belum.

“Termasuk di dalamnya adalah teknologi penunjang sudah harus siap dengan kebijakan ini,” serunya.

Di satu sisi, ia juga menyentil perihal koperasi yang menurutnya harus diperkuat apabila wacana ini diterapkan.

“Kan, salah satu tujuan dari wacana hilirisasi ini ialah meningkatkan ekonomi masyarakat kecil, jadi saya pikir yang paling pas adalah dengan memperkuat peran koperasi agar hilirisasi itu benar-benar dimulai dari kalangan masyarakat,” sebutnya.

Dengan begini, sambung dia, produk turunan dari kelapa yang kini banyak dihasilkan di kalangan pengusaha skala menengah hingga besar, boleh beralih ke masyarakat kecil lewat kegiatan koperasi.

“Jadi, positifnya adalah ketika hilirisasi itu terjadi di kalangan masyarakat kecil maka briket, santan kelapa, tepung, minyak goreng dan berbagai produk turunan dari kelapa sudah boleh diproduksi oleh masyarakat lewat peran koperasi, termasuk juga Badan Usaha Milik Desa dan UMKM,” kuncinya.

Sekadar diketahui, Kabupaten Minut merupakan salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sulut.

Nah, dengan dioptimalisasinya wacana hilirisasi menjadi sebuah kebijakan, maka membuka peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi. (admin)

Artikel telah tayang di komentar.id

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga