Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

RIAU Kampar berkomitmen swasembada beras dengan IPAT-BO Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik

ktnanasional.com – Bangkinang, Rapat Kordinasi dalam rangka Upaya Peningkatan Produktifitas dan Produksi Beras melalui Teknologi  berbasis Organik bertempat di Balai Bupati Kampar yang dihadiri oleh pengurus KTNA kabupaten beserta Ketua KTNA kecamatan,   Camat serta  Para Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Kampar.

Rakor dipimpin langsung oleh Pj Bupati Kampar  Dr. H. KAMSOL, M.M. didampingi Kadis Pertanian TPH Kab. Kampar juga dihadiri Prof.  Tualar  Simamarta guru besar Unpad penemu teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali – Berbasis Organik  ( IPAT-BO ) serta H. Julizar, SP. Wakil Ketua KTNA Kabupaten Kampar yang juga menjadi pengurus KTNA Nasional departemen Pemberdayaan Pemuda. Pada Rakor tersebut  Pj Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, M.M. melakukan penandatanganan Komitmen dengan Camat dan Kepala desa se Kabupaten Kampar yang memiliki potensi pertanian. Salah satu isi komitmen tersebut adalah Komitmen dan sepakat kita untuk menjadi Pelopor Tekhnologi IPAT – BO di daerah masing-masing dan berkomitmen untuk memajukan pertanian di Kecamatan dan Desa.

Untuk Kebutuhan Produksi Beras di Kabupaten Kampar sebanyak 80.705. 12 ton, yang baru bisa diproduksi mencapai 18. 306.22Ton, berrti ada lebih kurang 80% yang belum tercapai kebutuhan Produksi Beras di kabupaten Kampar.

Kampar memiliki potensi lahan seluas 26 Ribu Hektar namun yang saat ini dapat di olah  masyarakat seluas 4000 Haktare saja,  artinya jika potensi ini kita intensifikasi dan ekstensifikasi bukan tidak mungkin Kampar akan mampu menjadi Swasembada Beras. Dengan rapat ini kita komitmen serta mendorong yang mana IPAT-BO jadi program unggalan kita dan bisa meningkatkan kembali produksi Beras Kampar.

Pada kesempatan yang sama ketua KTNA Kabupaten Kampar Julizar menyampaikan ucapan terimakasih dari KTNA atas perhatian bapak Bupati kampar di bidang pertanian, perternakan, perkebunan dan perikanan. Dan berharap dengan teknologi IPAT -BO yang disponsori oleh Bupati kampar, KTNA siap sebagai garda terdepan untuk mensukseskannya kerena dari pilot projek seluas 10 Ha sudah menampakkan hasilnya.

“untuk menyikapi tingginya harga pupuk kimia pada saat ini, KTNA Kampar sekarang sudah mulai memproduksi pupuk organik. Untuk itu diharapkan  pembinaan secara berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk membantu para petani” imbuh Julizar.

Penemu tehnologi inovasi IPAT-BO Prof. Tualar Simarmarta mengatakan bahwa dalam mengejar capaian produk beras unggulan, segala aspek terkait proses juga harus unggul. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pendampingan, kemitraan, tingkat kesejahteraan petani, serta proses pengolahan yang juga harus unggul.

Penerapan Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik IPAT – BO akan kita kembangkan di tempat berbeda, kita sangat merasa puas dengan hasil panen ini dengan luasan lahan seperti ini biasanya menghasilkan 5 Ton saja tetapi dengan teknologi ini menghasilkan 9 Ton.

 

Di akhir kegiatan Rakor langsung di adakan  penanda tangan MoU antara pemda Kampar dengan para camat serta kepala desa/lurah guna pelaksanaan inovasi IPAT-BO yang akan dilaksanakan sesegera mungkin menyesuaikan musim tanam padi sawah. (mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga