Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Ribuan Petani di Sragen Dapat Diskon 40 Persen Pembelian Pupuk Urea dan NPK

ktnanasional – JAWA TENGAH, SRAGEN. Pupuk Indonesia (PI) kembali menggelar gebyar diskon untuk pembelian pupuk nonsubsidi di berbagai kabupaten/kota selama Januari-Februari 2024. Salah satunya digelar di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Kabupaten Sragen yang terletak di perbatasan Sragen-Karanganyar, Rabu (24/1/2024).

Ribuan petani dari 20 kecamatan di Sragen berbondong-bondong membeli paket pupuk nonsubsidi tersebut ke GPP di Grompol, Masaran, Sragen. Petani bisa membeli paket pupuk  urea dan NPK dengan harga Rp270.000 per paket. Harga normalnya Rp450.000 per paket. Artinya, ada potongan harga sampai 40%.

Dari 5.000 kupon diskon yang disebar, hingga Rabu sore 4.000 di antaranya sudah digunakan.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tanon, Sragen, Miswanto, menyampaikan kecamatannya mendapatkan jatah 200 kupon. Namun hanya 150 petani Tanon yang memanfaatkan diskon itu.

“Petani lainnya tidak memanfaatkan karena lokasinya jauh dan kebetulan pas tidak punya uang. Diskonnya banyak sampai Rp180.000. Pupuk urea dan NPK 25 kg per sak itu hanya dijual Rp270.000 per paket. Padahal kalau harga normalnya Rp450.000 per paket. Satu petani hanya dapat satu kupon karena pembeliannya harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP),” jelasnya.

Gebyar diskon itu dihadiri Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, juga ikut hadir bersama Ketua KTNA Sragen, Suratno dan stakeholders lainnya.

Bob Indiarto menyampaikan gebyar diskon pupuk ini diadakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Pertanian lewat Pupuk Indonesia.

“Selama musim tanam ini, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendukung petani agar menghasilkan produksi yang optimal di musim panen nanti. Salah satunya lewat program gebyar diskon pupuk 2024 yang diadakan di sejumlah kabupaten/kota selama Januari-Februari 2024. Program ini digulirkan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani dan memberi kemudahan bagi petani mendapat pupuk,” ujarnya.

Bob juga memastikan ketersediaan pupuk cukup. Hingga 18 Januari 2024 lalu, stok pupuk bersubsidi di Indonesia tercatat 1.363.510 ton atau setara 226 persen dari ketentuan stok minimal. Sedangkan stok pupuk non subsidi sebanyak 582.613 ton.

Kepala DKP3 Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari, menyampaikan kupon didistribusikan melalui pengurus KTNA dan koordinator penyuluh pertanian lapangan (PPL) di semua kecamatan. Alokasi kupon per kecamatan tidak sama serta syarat dan ketentuan dalam pembelian pupuk dengan harga diskon sudah diatur Pupuk Indonesia. (admin)

artikel ini telah tayang di soloraya.solopos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga