Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Rusdiyanto, Nahkoda Baru DPD Perhiptani Kabupaten Semarang

ktnanasional.com – SEMARANG, Musyawarah Daerah (Musda) DPD Perhiptani Kabupaten Semarang telah berlangsung dengan penuh greget, semangat  dan meriah. Hanya 7 dari 120 orang penyuluh yang absen pada kegiatan yang mengagendakan pemilihan pengurus DPD Perhiptani kabupaten Semarang periode 2023 sampai 2088 ini.

Menurut Ketua Panitia Musda, Agung Maashaba, acara yang berlangsung di RM Bukit Alam kawasan wisata Bandungan, kabupaten Semarang ini merupakan agenda lima tahunan DPD Perhiptani kabupaten Semarang, guna revitalisasi dan suksesi pengurus.

Disamping mengundang seluruh anggota Perhiptani yang berjumlah 120 orang, Agung juga mengundang Bupati Semarang, Kepala Distanbun Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPW Perhiptani, Kadinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Semarang.

Beberapa kegiatan telah disiapkan panitia guna meningkatkan keakraban dan jiwa korsa anggota, yang pada tahun terakhir ini mendapat penambahan jumlah secara signifikan, dengan diangkatnya  seluruh THL-TBPP di kabupaten Semarang menjadi tenaga P3K Penyuluh Pertanian.

Acara dibuka dengan demontrasi pembuatan biosaka . Mereka berlatih bersama untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian  dalam pembuatan biosaka, mengeliminir factor-faktor yang mengakibatkan kegagalan.

Dikomando Penyuluh Pertanian Kecamatan Bandungan, Slamet Riyadi, para anggota Perhiptani dengan tekun meremas-remas bahan biosaka, sekepal dedaunan yang terdiri dari 5 jenis daun yang sehat, dalam ember yang berisi air bersih.

” Remas yang kuat tapi lambat-lambat saja, pikirkan hal-hal yang menyenangkan, sibak air kekiri setelah 3 remasan” begitu aba-aba dari Slamet “ terus begitu selama 20 menit “ tambahnya.

Setelah 20 menit jadilah larutan yang berwarna hijau. Ada yang hijau muda tetapi ada yang berwarna pekat hijau tua.

“Larutan biosaka ini masih harus di test dulu. Di jemur selama 5 hari, apabila setelah dijemur tutup botol dibuka tidak mengeluarkan gas, berarti biosaka tersebut telah jadi dan bagus” kata Slamet.

Disamping berlatih bersama, ternyata kegiatan ini juga merupakan simbolisasi bahwa Penyuluh Pertanian Kabupaten Semarang bersama petani,  siap menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program Good Agricultural Practice (GAP), menuju pertanian organik.

Laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Perhiptani periode 2019-2023 yang disampaikan oleh ketua,  Iman Widiantoro, KBPP Ambarawa, diterima secara aklamasi oleh forum Musda.

Ada yang agak “aneh” dalam cara pemilihan ketua. Biasanya anggota malu-malu apabila di calonkan, atau bahkan menolak sama sekali. Tidak demikian yang terjadi di Musda ini, setiap anggota yang dicalonkan siap menerima amanah tanggung jawab. Menandakan bahwa setiap anggota sudah sedemikian merasa memiliki Perhiptani  (handarbeni. jw)

Ada 9 orang yang dicalonkan anggota, mereka adalah : Rusdiyanto KBPP Bringin, Agung Maashaba,S.Pt Penyuluh Peternakan, Arso,S.Pt KBPP Bawen, Totok,A.Md PPL Bawen, Ahmad Baihaki,SP KBPP Pabelan, Winarni,S.ST KBPP Ungaran Barat, Ani Yuniawati,S.Pt PPL Pringapus, Joko Susilo,S.ST KBPP Kaliwungu

Setelah melalui pemungutan suara dengan heboh, lucu dan meriah, akhirnya Rusdiyanto meraih suara terbanyak, dengan mengantongi 56 suara, disusul Ahmad Baihaki yang memperoleh 36 suara, sedang yang lain dibawah 10 suara dari 113 kertas suara yang syah.

Dalam sambutan pelantikan, Warsana SP, MSi ketua DPW Perhiptani Jateng menegaskan bahwa tugas sebagai pengurus Perhiptani merupakan amanah yang mulia, sehingga harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan dedikasi.

Warsana juga menginformasikan bahwa dalam Munas Perhiptani di Sumbar yang baru lalu, Isran Noor terpilih kembali sebagau Ketua Umum DPP Perhiptani. Juga diinformasikan bahwa perjuangan perhiptani Jawa Tengah yang mengusulkan kenaikan BOP bagi Penyuluh Pertanian telah telah disetujui. Mulai bulan Mei 2023 BOP Penyuluh Pertanian menjadi Rp 370.000,- dari yang lalu sebesar Rp 320.000,- per bulan.

Moh. Edy Sukarno

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno, SStp, MM, dalam pengarahan, pertama  menyampaikan ijin dari Bupati kabupaten Semarang yang terpaksa tidak dapat hadir karena baru ada kunjungan kerja ketua DPR-RI.

Selanjutnya Edy mengajak para Penyuluh yang kebanyakan sudah senior untuk bersama mengangkat potensi pertanian di kabupaten Semarang. Ada 4 pesan yang disampaikan pada kesempatan tersebut :

  1. Memasuki era perdagangan bebas,  yang tidak dapat dihindari lagi, harus disadari competitor produk petani kita bukan lagi antar desa, antar kabupaten atau antar provinsi.

Tetapi competitor hasil pertanian adalah hasil pertanian dari luar negeri. Hal tersebut benar-benar nyata dengan masuknya beras,  buah-buahan dan sayur mayur dari Tiongkok, Thailand, Vietnam, Australia atau Eropa. Tantangan adalah bagaimana produk pertanian kita dapat ditingkatkan kualitas maupun kuantitasnya sehingga dapat masuk ke pasar internasional.

  1. Dengan berakhirnya masa pandemic “Covid 19”, terjadi perubahan perilaku masyarakat. Mereka menjadi lebih memperhatikan kesehatan dan factor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. Termasuk konsumsi pangan sehat. Sehingga kedepan tren pangan organik merupakan sebuah keniscayaan. Pelan tapi pasti akan menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
  2. Dunia ekonomi konvensional telah bergeser menjadi ekonomi digital. Sehingga kita harus menigkatkan kemampuan kita dalam menggunakan dan memanfaatkan sarana soial media (sosmed), yang berupa IG, Facebook, Whatsapp atau yang lain  untuk memasarkan produk, memperluas jaringan atau transfer teknologi.
  3. Konsep membangun Ketahanan Pangan, Kedaulatan Pangan juga telah bergeser pada “War Economic”. Dunia telah mulai memperebutkan sumber daya energi dan pangan. Ketahanan negara juga diukur dari ketahanan pangan penduduknya semisal terjadi perang.

Setelah menyelesaikan pemilihan dan pelantikan pengurus DPD Perhiptani, para Penyuluh tersebut mengikuti kegiatan outbond dihalaman yang luas didepan gedung. Mereka tampak menikmati kebersamaan dengan bersuka ria melepas penat beban kerja sehari-hari.

Agung Maashaba mengatakan bahwa sumber dana penyelenggaraan Musda sebagian besar berasal dari iuran anggota, ada juga bantuan dari dinas dan sponsorsip dari CV. Sayap Emas Citra Persada dari Solo. (gjoko/sinartani.com)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga