Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Sambut IKN, HSU Perkuat Perikanan Budidaya

ktnanasional – KALIMANTAN SELATAN, AMUNTAI. Seluas 84 persen wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), merupakan perairan air tawar. Perairan ini memiliki potensi perikanan ikan air tawar di Provinsi Kalimantan Selatan.

Bahkan daerah ini siap menjadi pemasok ikan air tawar di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur. Selain bergantung pada perikanan tangkap daerah ini berupaya memperkuat potensi budidaya air tawar.

Ikan tersebut, seperti ikan Haruan atau Gabus, Betok atau dikenal dengan nama Papuyu dalam bahasa Banjar dan ikan air tawar lain yang dibudidayakan oleh kelompok keramba di daerah ini.
Musa salah satu nelayan pembudidaya di Desa Rantau Bujur Darat, mengaku saat ini lebih fokus ke perikanan budidaya, meski diakui Musa, sebelumnya juga menjadi nelayan tangkap.

Membudidayakan ikan air tawar sebab kediaman juga berada di tepi sungai, sehingga tidak ada salahnya melakukan budidaya ikan keramba kayu di belakang rumahnya.

“Saat ini budidaya ikan Nila dan ikan Toman (jenis snakehead,red),” ujarnya pada wartawan koran ini, Minggu (26/11).

Dirinya memilih membudidayakan ikan air tawar jenis tersebut, mengingat lebih tahan terhadap lingkungan air yang mungkin kerap muncul saat peralihan musim.

“Pelihara ikan Toman dan ikan Nila sebab pasarnya bagus,” jawabnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan HSU Kabupaten HSU Ir Ismarlita, mengatakan, daerah ini potensial menjadi pemasok ikan air tawar ke IKN nantinya. Sebab potensi perairan air tawar di HSU cukup luas di Provinsi Kalimantan Selatan.

Tak heran sambungnya, sektor perikanan salah satu langkah strategis dinasnya untuk dikembangkan, baik perikanan tangkap dan budidaya perairan di wilayah kerjanya.

“Kami ingin Kabupaten HSU jadi pemasok ikan air tawar bagi IKN kedepannya. Kami optimis dengan menyiapkan dan memulai pengelolaan sumberdaya ikan air tawar sejak dini,” imbuhnya .

Kedepannya, sambung Ismarlita, HSU secara bertahap akan melakukan pengelolaan sumberdaya ikan lokal dari hasil tangkapan nelayan di alam liar. Termasuk menjalankan sistem budidaya dengan ikan Introduksi (pendatang) membutuhkan pembiayaan cukup besar, khususnya pakan dan jaminan nilai jual.

“Kami tidak mengesampingkan budidaya ikan introduksi, tetap dilaksanakan untuk nelayan pembudidaya ikan, diarahkan memanfaatkan perairan umum baik sungai dan rawa untuk budidaya,” katanya. (admin)

artikel ini telah tayang di radarbanjarmasin.jawapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga