Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

SATU HATI PETANI INDONESIA

ktnanasional.com

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Menghangatkan Pekan Nasional Petani dan Nelayan ke XVI di Padang Sumatera Barat tanggal 10 -15 Juni 2023, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan Penas ini moment legend dan klasik, mempersatukan Petani Indonesia menjadi satu hati dan hasilkan rumusan atau rekomendasi yang okey.

Apa yang disampaikan Menteri Pertanian diatas, khususnya yang berkaitan dengan “satu hati” petani Indonesia, sebetulnya hal semacam itu, sudah menggumpal sejak lama di nurani nya para petani. Seluruh petani di negeri ini sepakat, mereka meminta Pemerintah untuk sesegera mungkin membebaskan nya dari belenggu kemiskinan.

Kemiskinan yang menjerat kehidupan petani, bukanlah hal yang baru. Sejak dulu, para petani di negeri ini, terjebak dalam suasana hidup sengsara. Kemiskinan seolah-olah telah menyatu dalam kehidupan mereka. Bahkan banyak pihak yang menyebut, dalam kehidupan petani, mereka sudah biasa terjerat kemiskinan yang tak berujung pangkal.

Andai dalam Penas 2023 ingin digumpalkan “satu hati” petani nelayan, maka yang perlu dijadikan spirit nya adalah bagaimana kompromi Pemerintah dan petani nelayan untuk membebaskan mereka dari kemiskinan. Kita ingin ada langkah nyata dan jurus ampuh yang direkomendasikan Penas, terkait dengan penuntasan kemiskinan petani.

Kemiskinan, sudah bukan waktunya dibincangkan atau hanya dijadikan bahan kajian para akademisi. Namun, kemiskinan sudah saatnya untuk disolusikan. Ini penting dicatat, karena sudah terlalu lama bangsa ini berwacana tentang kemiskinan. Anehnya, seiring dengan itu, ternyata kemiskinan yang menjerat kaum tani, tak pernah terselesaikan.

Pemerintah sendiri telah banyak berbuat untuk memerangi kemiskinan petani. Setiap Pemerintahan yang manggung di negeri ini, selalu menjadikan kemiskinan sebagai musuh utama pembangunan. Kebijakan dan program banyak digelindingkan. Anggaran tidak sedikit yang dikucurkan. Dari sisi kelembagaan pun para pemimpin bangsa, diminta untuk menanganinya.

Anehnya, mengapa kemiskinan seperti yang enggan keluar dari kehidupan petani berlahan sempit dan nelayan tradisional ? Ada apa sebetulnya dengan kehidupan mereka, kok begitu senang kemiskinan menyertai kehidupan nya ? Yang lebih mengagetkan, mengapa antara kemiskinan dan kehidupan petani nelayan, seperti yang terikat oleh hubungan yang saling melengkapi ?

Jawaban inilah yang kita butuhkan. Menjelang 78 tahun Indonesia Merdeka, kemiskinan petani dan nelayan, mestinya sudah bisa diselesaikan. Apa yang telah digarap Pemerintah selama ini, sudah waktunya untuk semakin dipertajam. Pemerintah, tidak boleh setengah hati dalam memerangi kemiskinan petani dan nelayan. Apalagi jika dijadikan sebagai gugur kewajiban.

Selain membahas berbagai masalah yang dihadapi para petani dan nelayan dalam mengarungi pembangunan, kita berharap agar Penas 2023 pun dapat menjadi semangat baru dalam memerangi kemiskinan. Berbahai Kementerian/Lembaga terkait, ada baiknya mengikuti perkembangan materi dan esensi yang dibincangkan dalam Penas.

Penas dituntut mampu menjadi kompromi kebijakan Pemerintah dengan seabteg “felt need” para petani dan nelayan. Segudang persoalan yang dirasakan petani dan nelayan di banyak daerah, dalam Penas dapat dicarikan jalan pemecahan terbaiknya. Itu sebabnya, yang namanya kepentingan bersama, harus menjadi semangat utama petani dan nelayan, dalam Penas 2023.

Penas sebagai ajang silaturahmi antara para penentu kebijakan, baik tingkat nasional atau daerah dengan petani dan nelayan, seiring dengan perguliran jaman, tidak boleh lagi hanya diisi oleh temu kangen diantara mereka. Atau hanya sebuah “Kongres” alias “ngawangkong teu beres-beres”. Lebih parah lagi, jika dijadikan media untuk perjalanan wisata domestik.

Penas ke XVI, sudah saatnya dapat melahirkan pemikiran yang kreatif dan inovatif sekaligus dapat memberikan terobosan cerdas dalam menjawab tantangan yang ada. Para petani dan nelayan, sudah harus mampu menguasai perkembangan teknologi informasi yang berkembang cukup cepat.

Petani dan nelayan pun diminta untuk dapat berselancar di dunia internet.

Kita percaya petani dan nelayan yang hadir dalam Penas akan berbuat yang terbaik bagi kejayaan pembangunan pertanian dan perikanan di daerah masing-masing. Pameran dan Gelar Teknologi yang meramaikan agenda Penas, setidaknya mampu mengajak petani dan nelayan untuk meningkatkan kreativitas dan inovatif mereka dalam menggerakan pembangunan pertanian secara lebih profesional dan modern.

Ajakan Menteri Pertanian di saat pembukaan Penas 2023, jelas mengisyaratkan agar dalam mengisi masa depan, para petani dan nelayan, mestilah mampu membaca isyarat jaman yang tengah menggelinding. Petani fan nelayan perlu tanggap terhadap perubahan. Untuk menjawab tantangan ini, kemandirian dan profesionalisme menjadi kata kunci yang penting disiapkan secara matang.

Akhirnya kita memiliki keyakinan, Penas merupakan hajat petani dan nelayan seluruh Nusantara yang akan menggumpalkan suara mereka menuju satu hati yang utuh. Dengan kekuatan optimal yang dimiliki, kita percaya nasib dan masa depan petani dan nelayan, akan bergeser ke arah yang lebih sejahtera dan bahagia. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga