Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Sensus 2023: Sektor Pertanian Semakin Ditinggalkan di Kota Pasuruan

ktnanasional – JAWA TIMUR, PASURUAN. Usaha Pertanian perorangan atau UTP di Kota Pasuruan turun drastis. Bahkan, sangat sedikit anak muda yang meneruskan usaha di sektor tersebut.

Sebagian besar kepala rumah tangga yang masih bertahan berusia diatas 35 tahun.

Fenomena tersebut diketahui berdasarkan Sensus Pertanian 2023. Perbandingannya adalah hasil sensus yang sama dilakukan pada 2013 silam.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pasuruan Sri Kadar Wati mengatakan, penurunan UTP dalam 10 tahun terakhir sekitar 31,48 persen dibanding tahun 2013. ”Saat ini tersisa 2.849 usaha pertanian perorangan,” kata Wati -sapaannya.

Lebih dari seperempat diantara usaha pertanian, masih bertahan di subsektor tanaman pangan.

Selebihnya bergerak di bidang perikanan, peternakan, dan sangat sedikit di bidang hortikultura. ”Usaha pertanian tanaman pangan sekitar 36,36 persen atau 1.033 unit usaha,” bebernya.

Ia juga menyampaikan rumah tangga usaha pertanian yang melakukan kegiatan pertanian juga turun 26,40 persen. Hingga saat ini, hanya ada 2.804 rumah tangga usaha pertanian.

Menurutnya, secara umum penurunan kemungkinan terjadi karena oleh perubahan perilaku. Serta dipengaruhi oleh banyak sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.

”Terlebih bila melihat rentang usia pengelola usaha pertanian itu sendiri,” kata Wati.

Jumlah rumah tangga usaha pertanian lebih didominasi oleh usia 55 hingga 64 tahun. Jumlahnya mencapai 820 orang dari kepala rumah tangga usaha pertanian yang totalnya sebanyak 2.804 orang.

Jauh dibandingkan dengan jumlah petani milenial di yang berusia 25-34 tahun yang hanya mencapai 194 orang.

”Kepala rumah tangga yang bergerak di usaha pertanian ini kalau dilihat dari umur kalau dicek sekitar 35 tahun ke atas itu sekitar 92 persen,” ungkap Wati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga