Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Sepanjang 2023, Aceh Ekspor 196 Ton Ikan Senilai Rp17 M

ktnanasional – ACEH. Provinsi Aceh berhasil mengekspor 196 ton lebih ikan hidup dan non-hidup (beku) sepanjang 2023 ke berbagai negara di Asia hingga Amerika.

“Lalu lintas ekspor tahun 2023 melalui stasiun KIPM Aceh itu lebih kurang sekitar 196 ton untuk ikan non-hidup,” kata Kepala Balai KIPM Aceh Dicky Agung Setiawan, di Aceh Besar, Jumat (26/1/2023).

Menurut catatan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (Balai KIPM) Aceh, 196 ton ikan beku yang diekspor itu terdiri atas tuna 59,6 ton, cakalang 50,2 ton, gurita 29,7 ton, ikan kerapu 7,6 ton, mackarel scad 7,3 ton, kepiting 3,4 ton dan komoditi lainnya 38 ton.

Selain ikan beku, kata Dicky, Aceh juga berhasil mengekspor  346.361 ikan hidup melalui stasiun KIPM Aceh.

Ikan hidup tersebut yakni kerang darah 253.350 ekor, benih kerapu 15.000 ekor, kepiting 3.020 ekor, dan komoditi lainnya 74.991 ekor.

“Dari keseluruhan tingkat ekspor baik ikan beku maupun hidup 2023 tersebut memiliki nilai komoditi sebesar Rp17,4 miliar,” ujar Dicky, mengutip Antara.

Dia menambahkan, 196 ton tersebut diekspor dengan 135 frekuensi yaitu ke Malaysia 48 kali, Singapura 31, Vietnam 22, Jepang 18, Amerika tujuh, China lima, serta Uni Emirate Arab dan Thailand masing-masing dua kali.

“Semua hasil perikanan tersebut rata-rata diekspor melalui pelabuhan Belawan Sumatera Utara, Kuala Langsa Aceh, dan via bandara SIM Blang Bintang Aceh Besar,” urainya.

Namun, angka ekspor 2023 tersebut menurun jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2022 Aceh berhasil mengekspor 281 ton ikan.

“Untuk tingkat ekspor perikanan 2023 memang sedikit menurun dari tahun 2022, ini seiring nasional juga menurun,” ujar Kepala Balai KIPM Aceh. (admin)

artikel ini telah tayang di readers.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga