Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Serunya Momen Hari Kemerdekaan di Kampung Nelayan Seberang

ktnanasional.com – SUMATERA UTARA, DELI SERDANG. Bulan Agustus dikenal sebagai bulan kemerdekaan. Dimana tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Indonesia berhasil diproklamirkan.

Hingga sekarang, guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), banyak dari elemen masyarakat yang membuat suatu perayaan.

Mulai dari upacara kemerdekaan, lomba, bahkan memberi diskon dari apa yang dijual. Momen memperingati hari kemerdekaan Indonesia juga dilakukan oleh masyarakat Kampung Nelayan Seberang, khususunya anak-anak Pondok Belajar Arnila.

Jumat, 18 Agustus 2023, anak-anak Pondok Belajar Arnila didampingi oleh pengajar (relawan) membuat lomba. Meskipun acara yang dibuat cukup sederhana, namun anak-anak Kampung Nelayan sangat antusiasme mengikuti seluruh rangkaian acara.

1. Walau sederhana, momen Kemerdekaan rutin diadakan

Pondok Belajar Arnila merupakan salah satu wadah anak-anak di Kampung Nelayan Seberang belajar. Baik belajar membaca, menulis, bahkan mengelola hasil laut. Di tempat ini pula anak-anak diajarkan untuk bersosialisasi kepada masyarakat dan mengembangkan minat bakatnya.

Dalam menyambut bulan kemerdekaan, anak-anak Pondok Belajar Arnila membuat suatu perlombaan sederhana. Hal ini mereka ciptakan guna sebagai bentuk rasa syukur terhadap kemerdekaan maupun sebagai cara mempererat tali silaturahmi anak-anak di Pondok Belajar Arnila.

“Acara 17-an memang rutin kami adakan dari tahun ke tahun di Pondok Belajar Arnila. Dana juga seadanya. Yang danain kegiatan kami adalah Kak Arnila Meiliana, pendiri Pondok Belajar ini. Beliau selalu ngasih dana untuk kegiatan bahkan juga dekorasi pondok,” ujar Juliani, pengajar yang sudah 2 tahun mengabdi di Pondok Belajar Arnila.

2. Anak-anak Kampung Nelayan Seberang senang banyak perlombaan

Acara yang dihelat oleh pengajar Pondok Belajar Arnila dikhususkan untuk anak-anak Kampung Nelayan Seberang. Hal ini juga bertujuan untuk melatih kepercayaan diri mereka dan mempererat nilai kekeluargaan.

Salwa, salah satu anak-anak yang sering belajar di Pondok Belajar Arnila mengaku senang dengan acara sederhana yang mereka helat.

“Senang. Bisa seru-seruan sama kawan. Apalagi banyak perlombaannya,” ungkapnya.

Lebih jauh Salwa merasa Pondok Belajar Arnila sudah seperti rumahnya sendiri.

“Pondok Belajar Arnila berasa seperti rumah kami sendiri. Kami juga sering belajar di sini, bermain games, bahkan buat kegiatan,” tambah Salwa.

3. Pengajar berharap pemerintah bangun sekolah gratis di Kampung Nelayan Seberang

Kondisi perekonomian yang mayoritas menduduki golongan menengah ke bawah membuat Kampung Nelayan Seberang rentan hidup bersisian dengan kemiskinan.

Sebab, mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional. Alat tangkap ikan yang mereka punya juga bukan merupakan alat yang modern.

Di bulan kemerdekaan ini, Juliani berharap agar Kampung Nelayan Seberang lebih mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Baik terkait infrastruktur, kehidupan yang layak, bahkan pendidikan yang masif.

“Saya berharap semoga pemerintah bisa membangun sekolah gratis bagi anak-anak di desa kami, Kampung Nelayan. Karena di desa kami ekonomi cukup sulit. Keadaan ekonomi yang seperti itulah yang menjadi penyebab mengapa anak-anak di desa ini banyak yang tidak bersekolah,” pungkas perempuan 25 tahun ini. (admin)

Artikel telah tayang di idntimes.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga