Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Sesuaikan Kebutuhan bagi Petani! Ketua KTNA: Minta Pemerintah Merubah Pola Pendistribusian Pupuk

ktnanasional – JAWA BARAT, CIREBON. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Majalengka meminta pemerintah merubah pola pendistribusian pupuk dari tahun anggaran menjadi berdasarkan pada musim tanam agar petani tidak selalu kesulitan mendapatkan pupuk disaat membutuhkan.

Selain itu Ketua KTNA menghendaki pemerintah jangan membatasi quota pembelian pupuk bersubdisi namun harus sesuai kebutuhan

Disampaikan Ketua KTNA Kabupaten Majalengka Boy Supangkat jika dosis pupuk dikurangi maka diprediksi akan terjadi penurunan produksi hingga sebesar 25 – 30 persenan.

Menurut Ketua KTA  Boy Supangkat mengungkapkan, saat ini pemerintah selalu melakukan pendistribusian pupuk disaat petani sudah tidak banyak membutuhkan pupuk, sebaliknya disaat petani membutuhkan, pupuk justru tidak tersedia di penyalur.

Hal ini terjadi karena adanya perbedaan pola yang tidak sejalan antara kebutuhan dan pendistribusian yang dipalukan pemerintah. Pemerintah mendistribusikan pupuk berdasarkan tahun anggaran yakni mulai bulan Januari sedangkan petani membutuhkan pupuk berdasarkan masa tanam yakni dimulai pada November. Karena masa tanam sepenuhnya berdasarkan curah hujan.

“Petani memulai tanam pertama atau MT rendeng begitu hujan turun antara bulan November hingga awal Desember karena curah hujan mulai besar di bulan tersebut. Saat iiu petani langsung tanam, seminggu kemudian tanaman langsung dipupuk,” ungkap Boy Supangkat.

Makanya menurut dia pupuk untuk MT rendeng harus sudah tersedia sejak bulan Oktober, demikian juga di musim tanam kedua pupuk harus sudah tersedia di bulan Februari karena tanam dilakukan pada bulan Maret.

“Jika pola pendistribusian pupuk tidak dirubah, maka selamanya petani dimusim tanam rendeng akan selalu kesulitan pupuk dan terpaksa mereka harus membeli pupuk non subsidi dengan harga mahal,” katanya.

Dia menyebutkan, pupuk ditangani oleh tiga kementrian masing – masing Kementrian Keuangan, Kementrian Perindustrian dan Kemetrian Perdagangan, sehingga wajar jika selama ini selalu muncul persoalan. Harapannya ketiga kementrian ini bisa sejalan agar tidak berdampak pada pendistribusian dan kebutuhan petani.

Boy Supangkat pun mengeluhkan soal pengurangan quota pupuk yang terus alami penurunan hingga hampir setengahnya. Padahal idealnya untuk satu hektare areal sawah dibutuhkan pupuk hingga mencapai 2,5 kw, sekarang pemerintah hanya memberi quota setengahnya.

Bagi petani yang punya uanga bisa membeli pupuk non subsidi sebaliknya petani yang tidak memiliki uang terpaksa membiarkan tanamannya dipupuk sesuao quota yang ada.

“Sekarang NPK hanya mendapat quota 52 kg, itu kurang. Kalau pemupukan tidak dilakukan secara maksimal maka kami prediksi akan terjadi penurinan produksi antara  25 – 30 persenan,” kata Boy.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah dihadapan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo pada akhir pekan kemarin menyebutkan, di tahun 2024 distribusi pupuk ke Kabupaten Majalengka terjadi penurunan quota  hingga hampir 50 persen dari kebutuhan yang diajukannya.

Pengajuan quota pupuk mencapai 44.719.878 ton untuk urea ternyata hanya direalisasi sebanyak  23.614.214 ton atau 52,805 persen dari pengajuan. Untuk NPK diajukan sebanyak  52.632.252 ton dan direalisasi sebanyak 15.456.589 ton atau sebesar 29,367 persen

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo ketika dimintai komentar perihal pola pendistribusian pupuk mengatakan, pihaknya akan selalu bekerjasama dengan kepolisian untuk memantau ketersediaan pupuk di lapangan.

“Kami akan selalu bekerjasama dengan kepolisian untuk memantau ketersediaan pukuk,” ungkapnya.

Menurutnya pupuk tersedia dalam jumlah banyak dan mencukupi kebituhan petani. Bahkan Pemerintah tahun ini menambah anggaran untuk ketersediaan pupuk bersubsidi senilai Rp 14 triliun. (admin)

artikel ini telah tayang di cirebonraya.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga