Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

SETELAH PENAS, LALU APA ?

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Perhelatan akbar petani dan nelayan seluruh Nusantara yang dikenal dengan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan, usai sudah. Kota Padang, Sumatera Barat membawa kenangan tersendiri bagi kaum tani dan kaum nelayan negeri ini. Selama sepekan, bahkan lebih, para petani dan nelayan tampak begitu hangat membangun komunikasi dengan berbagai pemangku-kepentingan di sektor pertanian dan perikanan.

Penas, benar-benar menjadi momen yang penuh dengan pengalaman indah bagi petani dan nelayan. Walau dalam Pembukaan Penas, Presiden Jokowi tidak dapat hadir, kemeriahan tetap berlangsung. Petani cukup senang dengan kehadiran Menteri Pertanian Sjahrul Yasin Limpo. Namun, para nelayan menyayangkan ketidak-hadiran Menteri Kelautan dan Perikanan.

Penas, memang “hajatan” nya petani dan nelayan. Pelaksanaan Penas kali ini betul-betul penuh dengan tantangan. Penantian yang cukup panjang para petani dan nelayan karena adanya Pandemi Covid 19, kini terbayar sudah. Bayangkan, betapa rindunya mereka. Penas yang harus digelar tahun 2020, terpaksa mundur hingga ke tahun 2023.

Selama Penas berlangsung, kita saksikan banyak inovasi yang disampaikan dalam Gelar Teknologi di bidang pertanian dan perikanan. Warga masyarakat yang tinggal disekitar lokasi Penas, dapat melihat dengan mata kepala sendiri, hasil para peneliti dan pemulia tanaman yang memperlihatkan hasil kajian terbarunya, terutama yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian.

Selain itu, dalam stand Pameran, kita juga dapat menyaksikan bagaimana setiap daerah mengembangkan pertanian dan perikanan, berbasis kearifan lokal masing-masing. Atas hal yang demikian, ternyata para petani dan nelayan di berbagai daerah, mampu berkiprah lebih baik, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Justru yang penting dipikirkan lebih lanjut, setelah Penas usai, apa yang seharusnya dikembangkan ?

Penampakan drone yang didesain untuk kebutuhan pertanian modern di Indonesia. Buatan Indonesia untuk kebutuhan pertanian Indonesia.

Penas, sepantasnya jangan menjadi “Kongres” alias “ngawangkong teu beres-beras”. Artinya, kita jangan terjebak dalam wacana. Apa yang direkomendasikan dalam Penas, sudah seharusnya ditindak-lanjuti lewat berbagai kebijakan, program dan kegiatan nyata di lapangan. Seabreg ide dan pemikiran cerdas para petani dan nelayan, sepatutnya dapat direkam oleh Pemerintah, baik Pusat atau Daerah.

Sebagai forum silaturahmi, Penas merupakan ajang menyatukan pandangan antara aspirasi petani dan nelayan dengan kebijakan yang bakal ditetapkan Pemerintah. Itu sebabnya, menjadi tanggungjawab Pemerintah untuk merumuskan program pembangunan pertanian dan perikanan yang senafas dengan keinginan dan kebutuhan para petani dan nelayan.

Catatan kritis yang perlu disampaikan adalah apakah tema Penas 2023 yang intinya terkait dengan posisioning petani, kemandirian pangan dan pencapaian lumbung pangan dunia 2045 sudah terstrukturkan secara baik ? Khusus untuk tema yang terakhir, yakni soal Lumbung Pangan Dunia 2045, apakah Penas 2023 telah merekomendasikan garis besar desain perencanaan pencapaian yang dilengkapi dengan Roadmapnya ?

Hal ini penting, karena seusai “hajatan” selama satu pekan tersebut, seluruh pesertanya dimintakan untuk selalu pro aktif dalam mengejawantahkan apa-apa yang sudah ditetapkan Penas. Ini berarti para petani dan nelayan yang hadir di Penas, bersama para pendampingnya, sangat dimintakan dapat melaksanakan rekomendasi yang diusulkan, agar yang nama nya kesejahteraan petani dan nelayan di negeri ini, dalam tempo yang sesegera mungkin dapat diwujudkan.

picture by gafuri akhmad

Petani dan nelayan di negeri ini, memang harus bangkit untuk mengubah nasib. Sangat tidak baik bila mereka dibiarkan menyerah diri terhadap kehidupan yang menimpanya. Petani dan nelayan, tercatat juga sebagai anak bangsa yang suasana kehidupannya masih memprihatinkan. Mereka belum mampu merasakan nikmatnya kemerdekaan, yang sebentar lagi bakal berusia 78 tahun.

Walau masih sebatas mimpi, petani dan nelayan, tentu mendambakan untuk dapat berlibur ke negeri orang, sambil menikmati paket wisata yang ditawarkan. Pertanyaan kritisnya, kapan keinginan semacam itu, bakal menjadi kenyataan ? Apakah hal ini ibarat mimpi di siang bolong ? Atau, suatu saat nanti akan dapat terwujud ? Pastinya, di ujung terowongan, tentu masih ada cahaya kehidupan.

Petani dan nelayan yang hidup di Tanah Merdeka, memiliki hak untuk dapat hidup sejahtera dan bahagia. Hak mereka, tentu harus kita hormati. Tugas dan kewajiban negara atau Pemerintahlah untuk dalam tempo yang sesingkat-singkatnya mensejahterakan dan membahagiakan hidup mereka. Yang sering menjadi pertanyaan, kapan harapan ini akan dapat segera diwujudkan ?

picture by gafuri akhmad

Penas XVI yang baru di gelar beberapa hari lalu, benar-benar memiliki kehormatan dan tanggungjawab untuk mempercepat terwujudnya cita-cita diatas. Penas, tentu bukan hanya sekedar media untuk kumpul-kumpul, namun yang lebih utama lagi adalah sampai sejauh mana apa yang diaspirasikan petani dan nelayan seluruh Nusantara ini, dapat diakamodir menjadi sebuah kebijakan negara atau Pemerintah.

Disinilah kepiawaian para penentu kebijakan, baik Pusat atau Daerah dalam merumuskan kebijakan, program dan kegiatan yang betul-betul menunjukkan keberpihakan terhadap pertanian dan perikanan. Selain itu, dari sisi politik anggaran pun membero dukungan maksimal terhadap pengembangan pertanian dan perikanan secara signifikan. Semua ini, tentu butuh komitmen kuat untuk menggapainya.

Penas XVI, resmi sudah ditutup. Namun begitu, semangat para peserta Penas, tetap bergelora. Mereka yakin, apa yang direkomendasikan Penas XVI akan diperhatikan dengan serius oleh para penentu kebijakan di negeri ini. Petani dan nelayan yakin, hasil sepekan mereka berkomunikasi di Padang, bakal menjadi kekuatan Pemerintah untuk menelorkan progran dan kegiatan terbaiknya. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga