Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Siasat Tingkatkan Produksi Kedelai

ktnanasional – JAWA BARAT, BOGOR. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor kedelai pada 2022 mencapai 2,32 juta ton. Permainan harga kedelai dunia dan ketidakseimbangan dengan biaya produksi salah satu penyebab ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Guru besar di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Insititut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, M.S., upaya mengatasinya antara lain menaikkan tarif agar kedelai lokal mampu bersaing serta mendukung harga di tingkat usaha tani. Upaya lain meningkatkan produktivitas kedelai lokal yang relatif rendah.

Guru besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.S., menuturkan potensi produktivitas kedelai lokal sekitar 2 ton per hektare (ha). Artinya ada potensi meningkatkan 400—500 kg per ha dari produktivitas itu.

Upaya peningkatan itu dengan mempersiapkan rekayasa rancang bangun teknologi yang matang. “Varietas unggul kini sudah banyak dikembangkan. Cukup disesuaikan dengan kebutuhan baik ukuran polong, toleran lahan asam, dan sebagainya,” kata doktor alumnus Universitas Justus Liebig, Jerman, itu.

Sekadar contoh varietas yang toleran lahan masam adalah demas 2 dan demas 3. Produktivitas keduanya unggul 19,35% dan 15,41% atau 2,79 ton dan 2,66 ton per ha dibandingkan dengan tetuanya demas generasi pertama.

Lebih lanjut  Tualar menuturkan petani perlu menerapkan pemupukan terpadu dalam budidaya kedelai. Pupuk terpadu terdiri atas pupuk baik pupuk organik, anorganik, hayati, dan bahan pembenah tanah (amelioran).

Ia menuturkan, (Glycine max) termasuk tanaman pionir. Artinya tanaman yang dapat digunakan sebagai pemulihan lahan. Bintil (nodul) pada akar kedelai dapat mengikat nitrogen bebas. Hal itu secara tidak langsung menjadikan tanah lebih subur.

Upaya lain meningkatkan produksi kedelai nasional dengan memperluas penanaman di area tertentu seperti bawah naungan kelapa sawit. Para pekebun dapat menanam kedelai di bawah naungan sawit.

Masyarakat juga perlu melirik lahan pasang surut. Kendala budidaya kedelai di lahan itu seperti tanah terlalu asam, kandungan bahan organik rendah, plus benih yang kurang terjamin. (admin)

artikel ini telah tayang di trubus.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga