Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Silaturahmi ke Kebun Sekjen KTNA Nasional, Desa Hidup Baru Kabupaten Kampar Riau

ktnanasional.com – RIAU Kampar Kiri Tengah.  Paska penutupan Pekan Nasional Petani Nelayan XVI di kota Padang tanggal 15 Juni 2023, Ketua Umum KTNA Nasional dan rombongan berkunjung ke kebun Sekretaris Jenderal KTNA Nasional H. Kusyanto yang berada di desa Hidup Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah Kabupaten Kampar  Riau, Provinsi tetangga Sumatera Barat tuan rumah Penas. (17/06/23)

Kali ini Ketum KTNA Nasional M. Yadi Sofyan Noor didampingi oleh Ketua Umum Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) Otong Wiranta dan Bendum KTNA Nasional, M. Ruslim.  Acara silaturahmi berlangsung di pondok kebun milik H. Kusyanto Sekretaris Jenderal KTNA Nasional. Pada kesempatan pertama Jufrizal Sekretaris KTNA Kampar menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan dan tamu undangan yang hadir.

Selanjutnya Kepala Desa Hidup Baru Miftah, dalam sambutannya menerangkan desa Hidup Baru merupakan desa eks Transmigrasi yang dibuka tahun 1984. Awalnya merupakan desa transmigrasi dengan koomoditi pangan di lahan kering, hingga masuknya komoditi Kelapa Sawit yang hingga sekarang bisa membawa perubahan kesejahteraan bagi masyarakat desa Hidup Baru. Peran H. Kusyanto dalam membangun desa Hidup Baru tidak bisa di pungkiri, terutama dibidang Pendidikan, bidang kelembagaan petani dalam hal ini membangun organisasi KTNA hingga ke tingkat provinsi di Riau.

“Sebagai Warga desa Hidup Baru kami sangat bangga karena salah satu warga kami bisa menduduki jabatan Sekretaris Jenderal KTNA Nasional”, ujar Miftah

Otong Wiranta, Ketua Umum PPPSI dalam kesempatan silaturahmi ini menyampaikan bahwa Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) secara resmi telah dilantik oleh ketua umum KTNA Nasional pada saat Pra Penas di kabupaten Maros  Sulawesi Selatan Bulan Juni 2022.  Tugas kami 5 tahun kedepan untuk menjalankan organisasi, membangun sistem penyuluhan sesuai standar yang berlaku. Hal ini harus dilakukan mengingat laku Penyuluhan Swadaya selama ini berjalan dengan sistemnya masing masing, belum ada SOP baku bagi para Penyuluh Swadaya. “Sampai saat ini konsolidasi organisasi sudah mencapai 80 % provinsi membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah PPPSI”, kata Otong.

Selain membahas tentang organisasi PPPSI, Otong wiranta juga menjelaskan mengenai pupuk subsidi yang sempat mencuat pada saat dialog. Senada dengan ketua umum KTNA Nasional, sebaiknya memang pupuk subsidi secara bertahap dihapuskan. Lebih baik dana subsidi dipakai untuk program yang bisa menunjang peningkatan produksi dan pemasaran hasil, terutama untuk komoditi padi.

Kusyanto selaku tuan rumah mengingatkan kembali peran dan fungsi KTNA, sebagai organisasi mitra pemerintah, KTNA berperan sebagai jembatan yang menghubungkan antara kelompok kelompok yang ada di masyarakat dengan fihak pemerintah pun sebaliknya. Dalam kegiatan Penas Petani Nelayan XVI yang baru berakhir di kota Padang, KTNA berperan dalam mempersiapkan mulai dari penyusunan Pedomam Umum (PEDUM) hingga keterlibatan di dalam kepanitiaan baik di pusat sebagai panitia penyelenggara, hingga sebagai bagian dari panitia pelaksana di tingkat provinsi dan kota tempat pelaksanaan penas diadakan.

Dalam sambutannya, ketum KTNA Nasional menceritakan KTNA saat ini pengurus dan anggotanya sudah beragam, perubahan ini  sesuai dengan berkembangnya zaman. Yang menjadi basis KTNA adalah kelompok kelompok, baik Kelompok Tani, Pokdakan, Kelompok Tani Hutan, KWT serta organisasi sayap bentukan KTNA. Mengenang sejarah PENAS, pada saat pertama kali diadakan pada tahun 1971 pesertanya hanya 500 orang dari seluruh Indonesia dan saat penas di Padang sudah dihadiri oleh 28.000 peserta.

“Ada perubahan istilah dalam penas kali ini, Gelar Teknologi (GELTEK) menjadi Gelar Percontohan Pengembangan Agribisnis, tetapi apa yang ditampilkan masih sama, hanya perubahan sebutan saja”, kata Sofyan.

 

Silaturahmi yang dihadiri juga oleh ketua PPPSI kabupaten Kampar Afdillah, Sekretaris KTNA Kabupaten, Kades Hidup Baru, KWT, Pemuda milenial, Penyuluh dan kelompok tani dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun papaya, usaha budidaya jamur tiram dan kebun durian milik warga desa Hidup baru. (mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga