Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

SL-PHT pada Program Makmur KTNA Kabupaten Jember

ktnanasional.com – JATIM Jember.  Tanggal 25 Januari 2023 KTNA Kabupaten Jember mengadakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) di wilayah kelompok tani desa Dukuhdempok kecamatan Wuluhan kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satu materi yang di praktekan dalam SL-PHT ini adalah Pengendalian Hama Terpadu dengan mempergunakan pestisida organik. “ Ada 100 hektar yang ikut program MAKMUR di wilayah desa Dukuhdempok ini, saat ini umur padi 30 hari setelah tanam dan hari ini kita melakukan penyemprotan dengan mempergunakan drone untuk menghemat waktu dan biaya”, kata Sucipto ketua KTNA Jember.

Musim rendengan tahun berjalan ini KTNA Jember mulai mengadopsi program Makmur di wilayahnya. Program Makmur pertama kali diluncurkan  pada tanggal 28 Agustus 2021. Program ini merupakan inisiatif PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai upaya solusi pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Program ini sebelumnya bernama Agrosolution dan telah dirintis sejak akhir 2020 lalu yang kemudian berganti nama menjadi “Makmur”.

Program Makmur ini terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selanjutnya ada juga disiapkan akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

Digitalisasi dan modernisasi dibidang pertanian diharap dapat menarik kaum milenial untuk terjun ke bisnis pertanian

Menurut Sumrambah, Ketua KTNA Provinsi Jawa Timur, Program Makmur pada dasarnya merupakan program kemitraan yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya adalah petani, instansi keuangan, instansi pemerintahan, hingga korporasi untuk membentuk ekosistem kondusif bagi petani. Kolaborasi strategis ini menjadi aksi nyata untuk menciptakan sistem pertanian yang mencapai produktivitas optimal sehingga tercapai kesejahteraan petani secara finansial.

“Selain itu, program Makmur senantiasa mendorong peningkatan penggunaan pupuk nonsubsidi untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk subsidi. Lalu, program ini juga diharapkan dapat mendorong minat petani milenial yang menjadi harapan bagi industri pertanian masa kini untuk ikut serta dalam menciptakan ketahanan pangan,” jelasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga