Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Soedjai Kartasasmita: Penting, Riset Benih Adaptif Perubahan Ikllim

ktnanasional.com – JAKARTA. Riset perkelapasawitan menjadi bagian penting bagi keberlanjutan industri minyak sawit di Indonesia. Dengan iklim yang kian susah ditebak,  perlu adanya riset terhadap benih yang adaptif perubahan iklim.

Sebagai salah satu negara industri kelapa sawit terbesar di dunia, keberlangsungan dan keberlanjutan produksi menjadi perhatian utama semua stakeholder. Tahun 2017 lalu pemerintah meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sebagai upaya menggantikan tanaman sawit pekebun yang sudah tidak produktif dengan bibit unggul berkualitas.

Kegiatan replanting ini tujuan utamanya mengingkatkan produktivitas tanaman pekebun rakyat. Harapannya jika produktivitas meningkat, maka pekebun juga akan meningkat kesejateraannya. Dalam proses PSR kunci utama adalah benih yang akan ditanam untuk mengganti tanaman lama.

Pemilihan benih ini tidak boleh sembarangan, harus unggul dan berkualitas, serta sudah tersertifikasi. Hal ini sangat penting karena benih akan meununjukkan performanya setelah 3 – 4 tahun. Jika hasilnya buruk, bukannnya hanya biaya, tenaga namun waktu tunggu pekebun menjadi terbuang sia-sia.

Pungawa Perkebunan, Soedjai Kartasasmita mengatakan, berapapun baiknya benih kelapa sawit yang dijual, namun masih saja pembeli ragu karena beberapa faktor. Karena itu, kepercayaan sangat menentukan dalam keputusan pembelian benih.

“Ada motto dikalangan pebisnis benih yaitu seed business is a business of trust. Perbenihan adalah usaha yang harus dibangun dengan menciptakan kepercayaan dari konsumen. Hal ini mutlak diperlukan kalau kita ingin berhasil di bidang bisnis ini,” katanya.

Soedjai menyoroti, tantangan kedepan yang harus segera dijawab produsen benih adalah segera melakukan penelitian untuk menciptakan benih unggul yang adaptif dengan perubahan iklim.  Pasalnya, kini harus ada jenis benih baru yang tahan terhadap cuaca ekstrim dan temperatur udara yang berubah-ubah dan makin meningkat.

“Saya mendorong lembaga penelitian seperti PPKS Medan untuk segera melakukan kegiatan riset dan penelitian. Info yang saya dapat Malaysia sudah melakukan penelitan tersebut diinisiasi MPOB dengan menggandeng salah satu universitas ternama untuk mendapatkan benih baru adaptif iklim yang diperoleh melalui inovasi,” tuturnya.

Soedjai mengingatkan, isu penting dari segi ekonomi adalah urgensi mendapatkan benih jenis baru ini makin mendesak. Pasalnya, kedepan diprediksi harga minyak sawit terus melambung. Melonjaknya harga minyak sawit lebih disebabkan dua faktor utama yaitu perubahan iklim serta perang antara Russia dan Ukraina yang tak berkesudahan. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga